Tim YDGRK Diberangkatkan ke Palu, Gunakan Pesawat TNI AU

Editor: Makmun Hidayat

142

MAKASSAR — Pagi-pagi buta tim Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto bersiap di Lanud Sultan Hasanudin, Makassar Sulawesi Selatan.

Ketua tim, sekaligus sekretaris YDGRK Siti Hartinah Soeharto, H. Muhamad Yarman, SE menyebut perjalanan menuju ke lokasi gempa di Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah merupakan misi kemanusiaan untuk membantu korban dalam masa tanggap darurat yang diperpanjang.

H. Muhamad Yarman, SE, sekretaris YDGRK Siti Hartinah Soeharto (kanan) menunggu keberangkatan dari Lanud Sultan Hasanudin , Makasar – Foto: Henk Widi

Tim YDGRK sempat tertunda keberangkatannya sesuai jadwal sebelumnya setelah tiba di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan transit di Lanud Sultan Hasanuddin milik TNI Angkatan Udara pada Rabu (10/10/2018). Penundaan penerbangan tim YDGRK tersebut juga bersamaan dengan sejumlah relawan rescue asal Jawa Tengah, sejumlah dokter asal Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, sejumlah tim medis, serta relawan asal berbagai daerah.

Faktor keselamatan penerbangan dengan kondisi landasan bandara Palu disebut H. Muhammad Yarman membuat sejumlah relawan diterbangkan menggunakan pesawat CN milik TNI AU pada Kamis subuh (11/10). Jalur transportasi para relawan dari berbagai daerah melalui Lanud Sultan Hasanudin disebut Yarman bersamaan dengan sejumlah barang bantuan yang disiapkan di posko gempa Palu untuk diangkut menggunakan pesawat Hercules.

“Tim terpaksa bermalam di lingkungan TNI AU tidak jauh dari Lanud Sultan Hasanudin agar bisa berangkat subuh karena sudah tertunda, pagi ini kami jadwalkan bisa langsung memberikan bantuan ke posko bencana alam di sejumlah titik,” papar H.Muhamad Yarman, sekretaris YDGRK Siti Hartinah Soeharto saat dikonfirmasi Cendana News di Lanud Sultan Hasanudin Makassar, Kamis (11/10/2018).

Sejumlah relawan yang diberangkatkan dengan pesawat CN 2906 milik TNI AU dari Lanud Hasanudin ke Palu – Foto: Henk Widi

Sesuai rencana tim YDGRK Siti Hartinah Soeharto menurut Yarman akan mengunjungi posko yang ada di Palu, Sulawesi Tengah. Pasca kejadian musibah bencana alam gempa bumi 7,4 SR dan tsunami yang terjadi di kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, YDGRK Siti Hartinah Soeharto juga memberikan bantuan dengan nilai Rp300 juta berbentuk kebutuhan pokok. Tim direncanakan akan meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa dan tsunami Sulteng untuk memberian bantuan tahap berikutnya.

Penyerahan bantuan dari YDGRK disebut Yarman juga akan berkoordinasi dengan posko Berkarya yang didirikan di sejumlah titik dan Komando Distrik 1418 Mamuju. Bantuan obat obatan juga dibawa oleh tim YDGRK melalui jalur darat oleh anggota tim yang akan diberikan ke sejumlah posko bencana di Palu. Tim kemanusiaan YDGRK disebut Yarman akan berkoordinasi juga dengan posko Berkarya untuk membantu para pengungsi.

Pantauan Cendana News pada Kamis subuh sekitar pukul 04.00, sejumlah relawan diantaranya tim YDGRK yang belum bisa diberangkatkan sehari sebelumnya kembali dikumpulkan di Lanud Sultan Hasanudin Makassar. Sejumlah tim dokter dari Universitas Brawijaya Malang dan dokter asal Manokwari serta Bogor yang berangkat untuk membantu korban bencana gempa Sulteng juga sudah bersiap di Lanud Sultan Hasanudin.

Tim YDGRK bersama sejumlah relawan berada di dalam pesawat CN 2906 menuju ke Palu – Foto: Henk Widi

Udin (30) dari Takalar salah satu warga asal Palu mengaku sejak gempa dan tsunami mengguncang Palu, Sigi dan Donggala dirinya belum bisa pulang ke Palu. Ia bahkan harus meminjam telepon seluler milik kawan untuk mendapatkan kabar dari keluarga yang tinggal di Desa Tondo Kota Palu.

Ia yang tinggal di asrama Mina Haji Makassar menyebut mendapat fasilitas dari TNI AU untuk pulang menggunakan pesawat Hercules. Meski sempat akan berangkat pada Rabu (10/10) namun karena kendala ia baru bisa berangkat bersama rombongan relawan pada Kamis pagi (11/10) melalui Lanud Sultan Hasanudin.

“Saya sempat tidak bisa pulang meski mendengar ada adik yang meninggal dunia namun baru bisa pulang setelah difasilitasi oleh TNI AU,” terang Udin.

Selain Udin sejumlah warga yang memiliki keluarga terdampak gempa Sulteng terlihat ikut dalam rombongan yang diberangkatkan menggunakan pesawat CN 2906 milik TNI AU. Warga yang pulang ke Palu sebagian merupakan keluarga korban bencana di Palu yang tidak bisa mengunjungi keluarganya akibat sulitnya akses melalui jalur darat.

Fasilitas dengan menggunakan pesawat milik TNI AU melalui Lanud Sultan Hasanudin diberikan selama masa tanggap darurat setelah dua pekan pasca bencana yang diperpanjang.

Baca Juga
Lihat juga...