Tim YDGRK Siti Hartinah Soeharto Tembus Lokasi Sulit di Sigi

Editor: Makmun Hidayat

354

SIGI — Tim Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto memberikan sejumlah bantuan ke sejumlah korban gempa-tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.

Sekretaris YDGRK, H. Muhamad Yarman, SE mengatakan tim bergerak ke lokasi terdampak gempa yang sulit diakses berada di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ia menyebut bantuan didistribusikan dari kota Palu setelah didrop melalui Kodim 1306/Donggala.

Tim YDGRK dipimpin H. Muhamad Yarman (topi kuning) didampingi anggota TNI menyerahkan bantuan bagi korban gempa di Desa Salua Kecamatam Kulawi Kabupaten Sigi – Foto: Henk Widi

Akses masuk ke lokasi gempa pada wilayah Kabupaten Sigi diakui Muhamad Yarman merupakan beberapa wilayah terisolir akibat longsor paskagempa. Kecamatan Sulawi, tepatnya di Desa Salua merupakan satu titik pemberian bantuan sembako, tenda, obat obatan, kebutuhan perempuan, anak anak dan bayi.

Tim YDGRK dikawal oleh personel TNI dengan rombongan membawa truk berisi bantuan harus melalui jalur sepanjang 70 kilometer dari kota Palu.

Disebutkan Muhamad Yarman, medan yang sulit terlihat dari sejumlah jalan aspal yang amblas, mengelupas, bahkan beberapa akses jalan terputus. Tim bahkan harus melalui akses jalan darurat yang dibangun menggunakan alat berat oleh Pemerintah Sulawesi Tengah.

Akses jalur darurat dibuat untuk memudahkan akses warga yang akan menuju ke kota Palu dan Kabupaten Donggala. Titik akses jalan terparah ditandai dengan tanah longsor menurutnya membuat tujuh kecamatan sempat terisolir diantaranya Kecamatan Kulawi, Gumbasa, Dolo, Lindu, Dolo, Selatan, dan Pipikoro.

“Sejumlah alat berat masih dikerahkan untuk membuka akses jalan, bahkan tim YDGRK sempat terhambat waktunya karena di beberapa titik akses masih menyempit akibat longsoran tanah di perbukitan yang menimbun jalan,” terang Muhamad Yarman, saat dikonfirmasi Cendana News di Kabupaten Sigi, Jumat (12/10/2018).

Tim YDGRK berbincang dengan salah seorang warga terdampak gempa dan tinggal di tenda sementara akibat rumah hancur – Foto: Henk Widi

Muhamad Yarman menyebut bantuan diberikan kepada warga di sejumlah titik diantaranya di Desa Salua, Desa Tuva, Desa Omo, serta sejumlah desa lain. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang selama dua pekan paskagempa-tsunami, Jumat (28/9) belum mendapat bantuan karena akses sulit dijangkau melalui jalur darat. Pendistribusian bantuan disebut Yarman mendapat pengawalan dari TNI AD dengan pertimbangan keselamatan.

Bantuan yang diberikan secara simbolis diserahkan oleh YDGRK diterima dengan baik oleh warga. Sejumlah warga yang tinggal di tenda sementara bahkan diajak berbincang oleh tim YDGRK. Sejumlah warga mengaku sengaja tinggal di tenda darurat untuk menghindari gempa susulan yang masih kerap terjadi, juga karena bangunan rumah hancur dan rata dengan tanah. Akses jaringan listrik yang terputus akibat tertimpa pohon bahkan membuat warga harus menggunakan genset untuk penerangan.

Heni (50) salah satu warga Desa Salua yang ditemui tim YDGRK menyebut mengalami luka pada bagian kaki akibat tertimpa bangunan. Ia bahkan harus menjalani perawatan dari tenaga medis untuk pemulihan pascagempa. Rumah yang berada di daerah aliran sungai Salua disebutnya sebagian longsor akibat gempa. Selama dua pekan ia menyebut terpaksa tidur di tenda akibat rumah yang rata dengan tanah.

Yohanes,Kepala Desa Salua,Kabupaten Sigi,Sulawesi Tengah salah satu desa terdampak gempa – Foto: Henk Widi

Yohanes, Kepala Desa Salua, Kecamatan Kulawi menyebut bantuan dari YDGRK Siti Hartinah Soeharto ke desa yang dipimpinnya sangat membantu. Melalui yayasan yang diprakarsai oleh ibu Tien Soeharto tersebut diantaranya sekaligus bantuan dari yayasan Damandiri, Dharmais dan DAKAB sangat membantu warga untuk bangkit dari bencana gempa.

Jumlah warga yang tinggal di Desa Salua berjumlah sebanyak 373 kepala keluarga. Jumlah tersebut meliputi sebanyak 1120 jiwa, 25 orang luka berat, 175 luka ringan, rumah rusak berat sebanyak 162 unit, korban meninggal sebanyak delapan orang diantaranya tujuh meninggal tertimpa reruntuhan bangunan dan satu meninggal akibat trauma pascagempa. Ia menyebut di Kecamatan Kulawi, desa tersebut merupakan desa terparah akibat gempa.

Yohanes juga menyebut selain bangunan rumah tinggal, bangunan sekolah juga terimbas gempa dan ambruk. Selain gempa, warga sempat mengungsi akibat longsor dampak gempa yang menyumbat aliranSsungai Salua. Imbasnya paska hujan banjir bandang ikut merusak sejumlah rumah disamping dampak gempa.

Ia menyebut masih sangat berharap agar bantuan dari sejumlah pihak untuk para korban bencana yang belum tersentuh bantuan.

Baca Juga
Lihat juga...