Titiek Soeharto Soroti Masih Banyaknya Pengangguran

Editor: Koko Triarko

558
BEKASI – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Soeharto, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Melalui semangat Muharram, agar mengobarkan kebaikan berkarya secara produktif demi  perubahan lebih baik.
“Dengan semangat Muharram, mari kita tingkatkan persatuan, kesatuan. Maka apa yang telah dilakukan oleh almarhumah, Ibu Tuti Alawiyah, melalui BKMT menyatukan Bangsa dan Negara, melalui Islam. Saat ini masyarakat Indonesia cenderung berpecah belah, karena Pilkada dan Pilpres, hubungan dalam keluarga menjadi pecah belah,” tutur Titiek Soeharto, saat menghadiri Gebyar Muharram 1440 H, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jakarta di Pesantren khusus yatim As-Syafi’iyah, Jatiwaringin, Sabtu (6/10/2018).
Ia meminta semua elemen masyarakat dari sekarang dapat memikirkan lebih jauh kondisi bangsa ini, dimulai dari keluarga, komunitas, sesama BKMT untuk bersama-sama berjemaah, bersegera dalam mengusahakan kebaikan, berkarya secara produktif dan mempertimbangkan, salah satunya memilih pemimpin nanti.
Titiek Soeharto juga mengajak semua untuk prihatin atas kondisi bangsa saat ini, dengan kian meroket harga sebagian bahan pokok yang memberatkan masyarakat.
Menurutnya, hal lain yang menjadi perhatian adalah pengangguran seperti tidak tertanggulangi. Begitu banyaknya pengangguran di Indonesia, tetapi di sisi lain, malah banyak tenaga asing masuk ke Indonesia. Padahal, kualitasnya tidak jauh lebih baik dengan tenaga kerja di Indonesia. Begitu pun soal kesenjangan antara kaya dan miskin kian melebar.
“Paling memprihatinkan, adalah peredaran narkoba kian marak dan jika dibiarkan akan menghancurkan generasi muda anak bangsa. Banyak narkoba, beredar saat ini,” tegasnya, sembari  mengajak ibu Majelis Taklim tergabung dalam BKMT untuk bersama menangkal peredaran narkoba.
Lebih lanjut, ia juga menyebut banyak persoalan bangsa yang belum dapat diatasi dengan baik, seperti soal perizinan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dan sebagainya.
Atas kondisi itu, Titiek Soeharto, mengajak melalui BKMT, agar umat Islam untuk  mampu mencari jalan keluar dari berbagai persoalan bangsa.  Masih banyak rakyat Indonesia saat ini, hidup di bawah garis kemiskinan, melalui Bulan Muharram sebagai awal tahun hijriyah harus meningkatkan semangat untuk memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan, kita umat Islam didorong oleh Allah SWT, untuk berkarya dalam kebaikan, berpikir untuk selalu berbuat baik,” paparnya, mengutip salah satu surat dalam Kitab Alquran, dan mengajak keluarga besar pondok Pesantren dan BKMT untuk berperan aktif, mencegah beredarnya narkoba di kalangan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
“Ayo, tingkatkan kembali nilai luhur bangsa Indonesia yang toleransi dan bergotong royong. Mari semua berkarya meluruskan cita-cita pendahulu kita membangun bangsa besar, berdaulat memerangi kemiskinan dan kebodoha,” kata Titiek Soeharto.
Untuk itu, lanjutnya, memilih presiden dan wakil presiden, memilih anggota DPR RI Dan DPRD dengan mengutamakan kemaslahatan umat masyarakat bangsa dan bernegara dengan bersatu dan berjemaah, akan menang dalam memperjuangkan kebaikan.
Siti Hardiyanti Rukmana, sebelumnya juga mengakui selama ini kerap mendapat pertanyaan dari ibu-ibu kenapa Partai Berkarya setiap foto telunjuk menunjuk ke bawah, kenapa tidak ke atas dan sebagainya.
“Di sini saya akan jelaskan, kenapa Berkarya telunjuk menunjuk ke bawah, kenapa tidak di atas, di arena, angka Partai Berkarya mendapat nomor 7, diingat, ya. Dan, kalau nunjuk ke bawah melambangkankan, bahwa banyak yang masih membutuhkan pertolongan negara, banyak warga miskin harus dibantu ditanggulangi, oleh kita semua,” jelasnya, sambil menunjukkan lambang Tangan berkarya.
Kenapa tidak menunjuk ke atas, lanjut Mbak Tutut, menurutnya, menunjuk ke atas, kita sebagai manusia dilarang sombong. Harus tunduk terus, salat, sujud kepada Allah SWT.
“Dengan sujud terus kepada Allah untuk kekuatan kita. Dan, kalau dua jari antara Jempol dan Telunjuk menunjuk ke atas itu untuk pemilihan Presiden, memohon petujuk Allah mudah-mudahan nomor dua bisa diridhoi Allah, SWT. Dan, Berkarya memang partai baru, harus minta bantuan kepada Ibu ibu,” ucapnya.
Baca Juga
Lihat juga...