TNI Dirikan Huntara di Palu

221

JAKARTA – Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ), Divisi 3/Kostrad, di bawah komando, Kapten Inf Maskur Riyadi, bersama dengan PMI dan relawan, bahu membahu mendirikan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa dan tsunami di Palu.

Huntara yang didirikan berupa tenda, disiapkan untuk warga pengungsi, yang ada di Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah (Sulteng). “Rencananya akan didirikan posko pengungsian percontohan sekitar 300 Huntara, bagi pengungsi yang ada di Balaroa. Kami sudah berhasil mendirikan sekitar 25 unit,” kata Kapten Inf Maskur Riyadi, Sabtu (13/10/2018) malam.

Setiap tenda, nantinya dapat menampung sekira delapan hingga 10 orang pengungsi. Diharapkan, dengan huntara tersebut, para pengungsi bisa tinggal dengan layak di tenda-tenda yang telah disediakan. Selain mendirikan Huntara, Yonif Para Raider 432/WSJ yang berkekuatan 40 personel, juga membantu pengungsi mendirikan tempat ibadah berupa Musala sementara, yang dapat digunakan warga pengungsi untuk melaksanakan Salat.

Menurut Maskur, selain mendirikan huntara dan tempat ibadah, anggota TNI juga akan membangun tujuh fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK), serta penyediaan tandon air bersih, yang dapat digunakan para pengungsi untuk aktifitas sehari-hari. Seluruh kegiatan di sekitar wilayah Palu Barat berada dalam kendali Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ, Mayor Inf Gustiawan. Jumlah total pasukan yang ada di Balaroa sekitar 345 personel.

Di wilayah tersebut, selain membantu pengungsi membangun huntara, pasukan dari Yonif Para Raider 432/WSJ juga melakukan beberapa kegiatan seperti pengamanan, pencarian dan evakuasi korban yang ada di Perumnas Balaroa, pengamanan pasar Masomba dan pasar Inpres. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...