TNI Kawal Bantuan Korban Gempa YDGRK Siti Hartinah Soeharto

Editor: Koko Triarko

2.804
MAKASSAR – Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto, menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.
Sekretaris YDGRK, H.Muhamad Yarman, SE., menyebut bantuan dari yayasan selanjutnya diserahkan kepada Dandim 1306/Donggala, yang sekaligus menjadi lokasi penempatan sejumlah bantuan dari berbagai wilayah untuk didistribusikan ke masyarakat korban bencana gempa dan tsunami.
Sebanyak empat truk berisi bantuan itu masing-masing sekitar delapan ton kebutuhan pokok, pakaian, obat-obatan, perlengkapan anak-anak.
Yarman menyebut, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian untuk para korban bencana alam yang disalurkan oleh YDGRK, Yayasan Damandiri, Yayasan Dharmais, dan Yayasan DAKAB.
“Koordinasi dengan personel TNI, kita lakukan karena sejumlah lokasi yang diberikan bantuan berada di lokasi cukup jauh dan sulit dijangkau, sehingga perlu pengawalan untuk jaminan keamanan,” terang Yarman, di sela penyerahan bantuan di Kodim 1306/ Donggala, Kamis (12/10/2018).
Menurut Yarman, dua pekan setelah bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulteng, berbagai bantuan masih diberikan, antara lain berupa bahan pokok. Pada kondisi pascabencana dengan prioritas tanggap bencana, kebutuhan obat-obatan, terpal, perlengkapan wanita, popok bayi, sangat diperlukan. Selain bantuan dari YDGRK, bantuan juga datang dari Purna Utama Kirab Remaja Nasional, yang diwakili Yosef Falentinus, selaku ketua DPP Purna Pasma Kirab Remaja Nasional yang menyalurkan bantuan yang didrop di DPD Kirab Utama Nasional Kota Palu.
Muhamad Yarman menyerahkan sejumlah bantuan dari YDGRK Siti Hartinah Soeharto kepada Kapten Safroni Sasela Pasiter Kodim 1306/Donggala [Foto: Henk Widi]
Yarman menjelaskan, sejumah bantuan sembako diserahkan ke sejumlah posko korban bencana alam gempa dan tsunami, antara lain diPposko Berkarya di Kelurahan Besusu, Kecamatan Palu Timur, Sulawesi Tengah.
Penyerahan bantuan juga diberikan ke sejumlah desa di Kecamatan Kuwali, Kabupaten Sigi. Bantuan senilai Rp300 juta tersebut, kata Yarman, dititipkan di Kodim 1306/Donggala, sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Kepala Seksi Teritorial Kodim 1306/Donggala, Kapten Safroni Sasela, menyebut bantuan itu sangat diperlukan oleh masyarakat pada masa tanggap darurat. Sejumlah bantuan telah disalurkan ke posko-posko yang dibentuk oleh masyarakat untuk pendistribusian bantuan.
“Pengiriman bantuan ke sejumlah titik, pengawalan dilakukan oleh sejumlah Babinsa yang bertugas,” katanya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat yang masih memerlukan bantuan, terlihat mengantre di gerbang Kodim 1306/ Donggala. Sejumlah masyarakat bahkan rela menunggu berjam untuk mendapatkan bantuan, terutama makanan dan kebutuhan pokok lain yang sebagian disalurkan melalui beberapa tahap.
Sejumlah bantuan kebutuhan pokok disimpan di Kodim 1306/Donggala sebelum disalurkan ke sejumlah posko [Foto: Henk Widi]
Pengaturan pemberian bantuan untuk sejumlah warga tidak menyurutkan masyarakat untuk memperoleh bantuan, terutama bahan makanan selama di pengungsian.
Asri M. Tahir, Sekretaris Posko Berkarya Peduli di Kecamatan Palu Timur, menyebut selama bencana gempa bumi dan tsunami, telah menerima bantuan sebanyak 13 truk.
Bantuan tersebut umumnya berupa bahan makanan, pakaian layak pakai serta kebutuhan lain selama masa tanggap darurat yang belum berakhir ini. Ia menyebut, sejumlah masyarakat yang datang ke posko sebagian mencari kebutuhan berupa terpal, selimut, peralatan wanita dan anak-anak.
“Sebagian warga masih takut tidur di rumah, sehingga harus membuat tenda untuk tidur di luar rumah, terutama yang rumahnya rusak parah,” terang Asri.
Asri menyebut, sebagian warga yang terkena bencana alam gempa bumi dan tsunami berasal dari kecamatan lain yang mendatangi posko.
Ia menyebut, bantuan dari YDGRK Siti Hartinah Soeharto cukup membantu bagi para warga yang terdampak bencana gempa dan tsunami. Sebagian masyarakat yang mengalami kerusakan rumah, bahkan masih belum memperbaiki bagian rumah yang rusak dan memilih tidur di tenda yang sengaja dibuat di sekitar rumah.
Sejumlah rumah milik warga terimbas gempa di wilayah kota Palu, terlihat masih rata dengan tanah. Sejumlah akses jalan juga masih terlihat berlubang dan rusak akibat gempa, sehingga akses jalan belum bisa digunakan. Posko-posko pengungsian milik warga dengan menggunakan tenda darurat, menjadi lokasi berkumpul warga, sebelum perbaikan rumah.
Baca Juga
Lihat juga...