TNI Pastikan Tak Ada Penembakan Terhadap Pelaku Penjarahan di Palu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

187
Perwira Bantuan I Asisten Operasi TNI Kol (Pnb) Danet Hendriyanto. Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan tidak ada penembakan atau perintah tembak di tempat terhadap aksi penjarahan di sejumlah pusat toko dan tempat perbelanjaan di Palu, Donggala dan daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada perintah tembak di tempat atau penembakan terhadap para penjarah. TNI bukan musuh rakyat dan hal itu bukan suatu solusi, tapi bagaimana mekanisme mencari solusi dari itu,” kata Perwira Bantuan I Asisten Operasi TNI Kol (Pnb) Danet Hendriyanto di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Danet Hendriyanto mengatakan, di semua lokasi terdampak bencana di Palu, Donggala, dan sekitarnya, personel TNI selalu dan terus bersinergi dengan Basarnas dan BNPB dalam masa tanggap darurat. Hal ini dilakukan guna mempercepat pencarian dan evakuasi korban.

“Kerja sama untuk recovery juga akan menjadi tugas kita pasca bencana,” ujarnya.

Guna mempercepat pencarian dan evakuasi, Danet Hendriyanto mengatakan TNI telah mengerahkan sekitar 4.044 personel dan 18 pesawat berbagai jenis. Penerjunan kekuatan TNI ke daerah terdampak bencana merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana.

“Begitu ada bencana, satuan TNI sudah siap terjun ke daerah bencana. Namun, setelah adanya bencana, satgas terbentuk melakukan operasi pencarian bersama dengan SAR dan BNPB,” sebutnya.

Bukan hanya itu, Danet menyebutkan, TNI telah mengerahkan pesawat jenis Hercules sebanyak 10 unit, pesawat CN 294 sebanyak empat unit, Helikopter Super Puma satu unit, Heli Bell 412 saty unit, Heli FI 17 satu unit dan Pesawat Cassa TNI AL satu unit.
Empat Kapal Republik Indonesia (KRI) dan kendaraan alat berat untuk membantu evakuasi warga dan proses pemulihan.

“KRI total itu ada 4, lalu kendaraan lain seperti dump truck, mobil truk tangki, ambulans dan sebagainya kita kerahkan juga. Tentu kekuatan ini bisa mempercepat pencarian korban dan evakuasi sehingga proses recovery daerah yang terkena gempa dan tsunami lebih cepat,” kata Danet.

Baca Juga
Lihat juga...