Tujuh Manfaat Mempelajari Sejarah Pengkhianatan G 30 S PKI

Editor: Makmun Hidayat

404

SOLO — Ada yang menarik dari kegiatan Sarasehan dan Nobar Film Pengkhianatan G 30 S PKI yang digelar di Halaman Masjid Nurul Iman, Dalem Kalitan Solo, pada Minggu malam. Selain menghadirkan sejumlah tokoh nasional seperti Sri Bintang Pamungkas, ada sejumlah tokoh masyarakat lain yang turut hadir.

Salah satunya adalah Purwanto, yang hadir juga mewakili Dalem Kalitan untuk memberikan pandangan penayangan film yang mengandung sejarah kelam bangsa Indonesia. Setidaknya ada tujuh (7) manfaat yang dapat dipetik dalam pemutaran film yang sejak 2008 lalu tidak ditayangkan kembali.

Purwanto – Foto: Harun Alrosid

Pertama, pemutaran film Pengkhianatan G 30 S PKI sebagai sarana edukasi. Dengan menyaksikan film tersebut generasi bangsa saat ini bisa mengetahui para pahlawan yang gugur terutama 7 jenderal revolusi yang berkorban demi bangsa.

“Oleh karena itu sebagai generasi penerus kita harus berkarya sebaik-baiknya di bidang masing-masing. Sehingga kita bisa menghasilkan prestasi yang bisa membanggakan,” papar Purwanto sebelum pelaksanaan Nobar, Minggu (30/09/2018) malam.

Kedua, film Pengkhiatan G 30 S PKI sebagai sarana inspirasi. Dengan melihat film ini generasi muda dapat memahami betapa pentingnya kemerdekaan Indonesia. Sebab film ini menceritakan bagaimana kemerdekaan itu diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia sampai darah penghabisan. Sehingga mereka rela berkorban demi Merah Putih.

Ketiga, sebagai sarana pendidikan politik. Pemutaran film sejarah mengandung pendidikan politik. Sebab, setiap peristiwa tertentu menyangkut tindakan atau kegiatan politik mampu dijadikan sarana edukasi politik atau bisa digunakan untuk mempelajari sejarah yang baik yang dilandasi sikap kritis. Sehingga kejadian di masa lampau sangat mungkin bisa dijadikan acuan dalam menghadapi kehidupan di masa depan.

“Keempat, sebagai bekal menjadi bangsa yang besar. Terhitung sejak 2008 sampai saat ini pelajaran tentang komunis tak lagi diajarkan. Bukan kah itu penghapusan, dan pembodohan. Padahal sejarah sangat berguna. Dengan menyaksikan film Pengkhiatan G 30 S PKI dapat dijadikan bekal sebagai bangsa yang besar untuk bisa menghargai jasa para pahlawannya,” urai pria yang menjadi Caleg Partai Berkarya dari Dapil V Jawa Tengah tersebut.

Sedangkan kelima, film Pengkhianatan G 30 S PKI dapat digunakan untuk pemerkokoh ideologi Pancasila. Dengan melihat sejarah yang jernih, maka mampu memahami masa lalu dan sejarah Indonesia. Jika ideologi Pancasila akan diganti dengan ideologi lain, yang terjadi adalah tragedi yang memilukan. Menurutnya, tidak ada ideologi yang tepat pada bangsa yang majemuk selain Pancasila.

Keenam, dengan menyaksikan Film Pengkhiatan G 30 S PKI dapat dimanfaatkan untuk pemahaman kembali tentang sejarah bangsa. Melalui sejarah dapat menemukan berbagai kejadian yang telah berlalu. Sehingga dengan menonton film ini bisa memberikan pemahaman sejarah bangsa dan dapat mengambil peristiwa hitam itu agar tidak terulang kembali.

“Untuk yang terakhir adalah sebagai sarana rekreasi. Fungsi film sejarah adalah sebagai kisah yang memberi hiburan. Dengan melihat film sejarah yang menarik kita dapat terhibur sehingga bisa terpenuhi salah satu kebutuhan hidup manusia, yakni terhibur,” katanya.

Sebelum mengakhiri, pria yang selama ini konsen terhadap perhotelan itu mengatakan jika dirinya mewakili keluarga Kalitan yang membacakan ulasan mengenai acara Sarasehan dan Nobar Film G 30 S PKI.

“Hari ini tepat 53 tahun lalu telah terjadi pembantaian para pahlawan pembela Pancasila sakti. Sehingga karena jasa-jasa beliau kita bisa kumpul di lokasi ini, berada di komplek Jenderal Besar HM Soeharto. Untuk itulah saya minta seluruh masyarakat untuk mengheningkan cipta mengenang jasa dan mendoakan para pahlawan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...