Tujuh Pramuka Relawan Flotim Berangkat ke Palu

Editor: Mahadeva WS

186

LARANTUKA – Tujuh orang relawan yang berasal dari Pramuka Dewan Kerja Ranting (DKR), Adonara Timur, Flores Timur, bertolak ke Palu, untuk membawa bantuan uang dan pakaian. Mereka akan bertugas di Palu selama dua minggu, dengan membuka posko di daerah yang terkena bencana gempa.

“Kami hari ini akan berangkat ke Palu dengan menumpang Kapal Pelni, dari Larantuka menuju Makassar. Kemudian, dengan jalan darat ke Palu, untuk membawa bantuan dari berbagai pihak,” sebut Muhammad Soleh Kadir, Koordinator relawan Pramuka Flores Timur, Sabtu (13/10/2018).

Dikatakan Soleh, para relawan membawa donasi masyarakat Flores Timur, sebesar Rp25 juta. Ditambah donasi dari masyarakat Kota Kupang sebesar Rp51 Juta, serta 15 karung pakaian pantas pakai. “Bantuan yang kami peroleh dari masyarakat kota Kupang dikumpulkan oleh Ikatakan Pemuda Mahasiswa Lamahala Kupang dan di Lamahala Adonara oleh Pramuka, pelajar, dan TNI AD,” tambahnya.

Saat tiba di Makassar, para relawan akan dijemput oleh aparat Kodim Makassar dan difasilitasi ke Palu. Tetapi sebelumnya, mereka akan membeli barang kebutuhan masyarakat yang terkena gempa di Palu, Donggala maupun Sigi. “Di Palu kami berencana akan membuka posko belajar untuk menghibur anak-anak di pengungsian. Dari tujuh relawan, dua relawan akan berada di Palu selama dua minggu, sementara lainnya cuma seminggu saja,” jelasnya.

Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Agustinus Payong Boli, mengapresiasi tindakan kemanusiaan yang dilakukan para relawan. Kehadiran para relawan tersebut memberikan pesan kepada Indonesia, bahwa Flores Timur hadir di tengah sesama saudaranya yang mengalami musibah.

Agus Boli mengharapkan, bantuan yang disalurkan bisa meringankan beban korban gempa dan tsunami, baik materi maupun moril. Meskipun jumlah bantuan yang diberikan jumlahnya tidak seberapa, namun semuanya diberikan atas dasar keiklasan untuk membantu. “Kalian menciptakan peradaban baru di Flotim, peradaban yang mengedepankan nilai kemanusiaan, nilai humanis di atas sentimen suku, agama, ras dan golongan. Sebuah semangat pengorbanan yang patutu ditiru,” ungkap Agus kepada para relawan yang dilepasnya, Sabtu (13/10/2018).

Agus Boli juga berharap semangat pengorbanan terhadap sesama manusia tersebut, bisa menular ke generasi muda Flotim lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...