UKM di Bekasi Didorong Manfaatkan Perkembangan Online

Editor: Satmoko Budi Santoso

140

BEKASI – Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Bekasi, Karto, mendorong pelaku Usaha Kecil menengah di Kota Bekasi dapat mengikuti perkembangan zaman. Pelaku UKM harus bisa memanfaat aplikasi digital untuk mendongkrak penjualan.

“UKM di Kota Bekasi harus ikut perkembangan zaman. Disamping melakukan inovasi, artinya harus ikut pemasaran melalui media online, supaya dapat berkembang,” jelas Karto, Selasa (9/10/2018).

Kepala Dinas UMKM Kota Bekasi Karto – Foto Muhammad Amin

Dikatakan geliat pelaku UKM di Kota Bekasi menunjukkan perbaikan. Sampai sekarang jumlahnya mencapai 210 ribu, baik usaha besar dan kecil. Jumlah tersebut didominasi pelaku usaha UKM mencapai 80 persen.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja dari sektor UKM cukup besar di Kota Bekasi. Untuk itu Dinas UKM Kota Bekasi, lanjutnya, terus melakukan pembinaan agar mereka tetap bertahan dan memberi dampak positif bagi daerah dan dunia kerja tentunya.

“Dinas UKM,  terus mendorong pertumbuhan UKM di Kota Patriot. Dengan memberikan pelatihan produk, pengepakan, pemisahan segi halal, kelayakan konsumsi,” papar Karto mengakui PAD dari sektor UKM masih jauh dari memadai kecuali dari sektor rumah makan.

Hal lain, imbuhnya, adanya program Pemerintah dengan menyediakan booth di beberapa lokasi, seperti di mall dan di lantai dasar Pemkot Bekasi sendiri. Saran itu, terus Darto, untuk mendukung sarana promosi bagi pelaku UKM di Kota Bekasi.

“Salah satunya setiap mall di Kota Bekasi, kita dorong agar menyediakan lokasi khusus buat pelaku UKM. Seperti di Atrium Mall Pondokgede, Blue Mall, dan Mall Revo,” ungkapnya menyatakan, karena sepi pelaku UKM meninggalkan booth dan melaksanakan sistem penitipan barang melalui konsinyasi.

Darto menegaskan, di lokasi Mall Pelayanan Publik (MPP) di Atrium Pondokgede juga disediakan gerai khusus UKM sekitar 100 booth. Itu diberikan secara gratis untuk satu bulan pertama.

Ketua UKM bidang makanan dan minuman Kota Bekasi, Afif Ridwan, sebelumnya berharap pemerintah dapat menyediakan sarana promosi di lokasi strategis. Hal itu untuk mendongkrak produk UKM lebih dikenal di kalangan masyarakat.

“Selama ini, UKM minuman sudah menggunakan sistem online seperti pemasaran produk atau branding produk. Harusnya, Pemkot dapat menyiapkan satu tempat khusus,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...