Volume Air Waduk Pacal Bojonegoro Masih Aman

324
Ilustrasi - Dok CDN

BOJONEGORO – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) menyebut, air Waduk Pacal di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih dalam kondisi aman. Ketinggian air masih di 104,60 meter, dengan debit 1,3 juta meter kubik.

Data tersebut berdasarkan kondisi per 13 Oktober 2018. “Saat ini air di Waduk Pacal masih cukup banyak, untuk menjaga agar bangunan waduk tidak kering,” kata Petugas Waduk Pacal dari BBWS BS, Bambang Irawan, Sabtu (13/10/2018).

Ketinggian air pada papan duga Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, selama musim kemarau mengalami penurunan rata-rata dua sentimeter per harinya. Penuruan air di waduk peninggalan Belanda itu, disebabkan penguapan. Selain air keluar melalui pintu yang bocor sekitar 0,3 meter kubik per detik. Sementara pintu pengeluaran air, sudah ditutup sejak 2,5 bulan lalu. “Tapi air waduk bocor melalui pintu pengeluaran hal yang wajar,” jelasnya.

Meski ketinggian air mengalami penurunan, ia memperkirakan air yang ada di tampungan Waduk Pacal masih aman. Air diyakini tidak habis selama musim kemarau. “Sampai akhir kemarau air diperkirakan masih lebih dari 1 juta meter kubik,” ucapnya.

Berbeda dengan tahun lalu, air tampungan di Waduk Pacal hingga mencapai ketinggian pada papan duga sekitar 102 meter, dengan debit sekitar 600 ribu meter kubik. BBWS BS tahun ini belum melakukan perbaikan saluran pelimpas Waduk Pacal, yang jebol akibat banjir bandang beberapa tahun lalu.

Hanya saja, adanya pembangunan Waduk Gongseng, juga di Kecamatan Temayang, akan mendukung keberadaan Waduk Pacal. “Waduk Gongseng akan mengairi areal pertanian yang dulu menjadi daerah irigasi Waduk Pacal,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto.

Data di kantor Dinas PU dan Sumber Daya Air menyebut, Waduk Pacal memiliki daerah irigasi pertanian seluas 16.624 hektare di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas, Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno. Pada awal dibangun Belanda di 1933, Waduk Pacal mampu menampung air hingga 42 juta meter kubik.

Namun, sekarang daya tampungnya menurun disebabkan sedimen yang masuk waduk mencapai 15 ribu meter kubik per tahun. Keberadaan sendimen dipengaruhi rusaknya daerah tangkapan air dan rusaknya bangunan pelimpas. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...