Wapres JK: Nilai-nilai Washatiyah Jaga Kerukunan Indonesia

164

MEDAN — Wakil Presiden M Jusuf Kalla menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke-27 di Medan, Sumatera Utara, Jumat malam (12/10/2018).

Wapres dalam kesempatan tersebut menggunakan pakaian tradisional melayu, warna kuning dan ikat kepala warna hijau.

Sementara kompleks gedung serbaguna T Rizal Nurdin di Deli Serdang Sumatera Utara atau Jalan Williem Iskandar, Medan, tempat dilaksanakan penutupan MTQ tersebut dihiasi dengan sorot lampu laser warna-warni.

Wapres dalam sambutannya mengenang MTQ pertama kalinya dilaksanakan pada 51 tahun lalu. Wapres bercerita, MTQ berawal dari ide orang medan, Kepala RRI di Makssar, Pak Sani, yang menggelar perlombaan membaca Alquran.

Ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi MTQ tingkat nasional yang hingga kini terus dilaksanakan. Perkembangan MTQ saat ini, dengan berbagai kategori yang muncul, menunjukan minat baca Alquran generasi muda.

“Itu membuktikan minat membaca Alquran telah menjadi bagian generasi muda kita. bukan hanya ahli internet tapi ilmu agama berkembang dengan baik di kalangan generasi muda,” katanya.

Wapres mengatakan Alquran bukan hanya dibaca dengan indah, namun juga dilaksanakan dengan ketulusan hati. Wapres juga mengingatkan perlunya menjaga nilai-nilai Islam washatiyah (moderat) dalam berbangsa dan bernegara sebagai sifat bangsa Indonesia yang telah turun temurun.

“Nilai-nilai moderat itulah yang membuat kerukunan di Indonesia terus bertahan, sementara banyak negara-negara Islam yang kini terlibat konflik,” kata Wapres.

Dalam kesempatan itu, Wapres mengakhiri sambutannya dengan pantun. “Bunga mawar harum baunya.Tumbuh ditaman indah warnanya. Membaca Alquran indah dan syahdu. Allah akan memberikan pahala dan menenangkan kalbu,” kata Wapres.

Penutupan MTQ ke-27 tahun 2018 ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wapres dan diikuti dengan pemukulan gordang sembilan diantaranya oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Sementera itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan kesuksesan penyelenggaraaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-27 merupakan kesuksesan bersama pemerintah pusat dan daerah.

“Diharapkan syiar MTQN akan membekas karena tujuan MTQ adalah melahirkan kesadaran untuk mencintai Alquran dan mengamalkannya,” katanya pada acara penutupan MTQN.

Menurut Menag, pengamalan Alquran dengan baik dalam kehidupan diperlukan untuk menjaga kekondusifan kehidupan bangsa. “Kita perlu energi untuk menjaga persatuan dalam keberagaman dan MTQN adalah salah satunya,” katanya.

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan MTQN ke-27/di daerah itu juga sudah terbukti menggerakkan perekonomian. “Jadi memang jelaslah bahwa Alquran sebagai rahmatan lil’alamin,” ujarnya.

Apalagi acara MTQN yang sejak dibuka resmi Presiden Joko Widodo tanggal 7 Oktober berjalan aman dan lancar serta banyak dikunjungi masyarakat. Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyempatkan hadir menutup acara MTQN di Sumut di tengah jadwal kerja yang padat.

“Sebagai tuan rumah MTQN XXVII, Sumut dengan rasa tulus dan ikhlas berterimakasih kepada seluruh peserta dan berbagai kalangan,” katanya.

Pada malam penutupan itu, Ketua Dewan Hakim MTQN XXVII Prof DR H Rom Rowi mengumumkan juara 10 besar.

Sebagai juara umun adalah DKI Jakarta, juara 2 Banten, dan Sumut juara 3. Adapun juara 4 hingga 10 masing-masing Kepulauan Riau, Jawa Timur, Riau, Jawa Barat, Aceh, DI Jogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.

Pada acara itu diumumkan bahwa tuan rumah MTQN XXVIII adalah Sumatera Barat dengan diserahkannya bendera MTQN dari Menteri Agama ke pejabat Pemprov Sumatera Barat. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...