Warga Klurak Baru Keluhkan Bau Busuk Tempat Sampah Pasar Prambanan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

212

YOGYAKARTA — Sejumlah warga mengeluhkan keberadaan tempat penampungan sampah Pasar Prambanan yang dibangun dekat dengan pemukiman warga. Hal tersebut menyebabkan aroma bau busuk yang dinilai merugikan. Terlebih banyak yang membuka warung kelontong maupun warung makan di sekitar rumah mereka.

“Saat waktu-waktu tertentu, khususnya saat bongkar muat, bau busuk aroma sampah itu menyebar hingga jarak 20 meter lebih, padahal kita buka warung makan. Akibatnya omset turun. Kita minta tempat sampah pasar dipindah,” ujar Warga RT 01 RW 04 Klurak Baru, Bokoharjo, Prambanan, Sigit Sahudi, yang berada tepat di sebelah selatan pasar Prambanan.

Sigit mengatakan, ia telah menyampaikan hal tersebut kepada pengelola pasar Prambanan, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sleman, namun hingga saat ini belum ada solusi maupun kesepakatan dengan warga.

“Dulu tidak ada sosialisasi tempat penampungan sampah akan dibangun disana. Katanya dulu juga pengambilan sampah dilakukan sehari tiga kali, tapi nyatanya sehari hanya diambil satu kali,” ungkapnya.

Sigit Sahudi (topi kaus biru). Foto: Jatmika H Kusmargana

Ketua RT 01 Klurak Baru, Maskid Siswanto membenarkan ada sejumlah warganya yang mengeluhkan keberadaan tempat penampungan sampah pasar Prambanan. Ia juga membenarkan tidak adanya sosialisasi dari pemerintah pada warga RT 01 sebelum tempat sampah itu dibangun.

“Sebelumnya posisi tempat sampah ada di sisi timur pasar. Tapi kok tiba-tiba dibangun mepet di sebelah selatan pasar yang dekat dengan pemukiman warga RT 01,” katanya.

Maskid mengaku ia bersama warga sempat diundang dalam pertemuan dengan pihak pengelola pasar dan pemerintah kabupaten Sleman terkait masalah tersebut. Ia pun menyampaikan agar lokasi tempat sampah dipindah atau dikembalikan ke tempat semula. Namun saat itu, disampaikan hal itu tidak mungkin dilakukan, karena lokasi jalan yang nanjak serta butuh biaya besar.

“Memang dikatakan ini masih tahap percobaan. Kemarin pengelola pasar juga sudah memisah saluran sampah cair dan sampah padat dengan memasang paralon. Walaupun itu juga tidak mengurangi bau busuk yang ditimbulkan. Warga juga diberi fasilitas boleh buang sampah disitu, tapi hingga sekarang kami lakukan karena menolak keberadaan tempat sampah tersebut,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu membangun atau merevitalisasi pasar Prambanan yang menjadi salah satu pasar tradisional termegah di wilayah setempat dengan bangunan empat lantai.

Selama ini pasar Prambanan berlokasi di simpang tiga Prambanan, yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga yakni warga Klurak Baru di sisi selatan dan warga Kranggan di sisi timur.

Baca Juga
Lihat juga...