Warga Perbatasan Harapkan Program Listrik Murah

136
Petugas PLN -Dok: CDN
OEPOLI – Tokoh masyarakat dan adat di Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Tom Kameo, mengatakan warga di wilayah yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse-Ambeno, Timor Leste, itu mengharapkan pemerintah menghadirkan program listrik murah untuk daerah setempat.
“Kami dengar daerah lain ada listrik murah, tetapi di sini belum, sehingga harapan besar warga di perbatasan ini bisa disentuh dengan program listrik murah dari pemeritah,” kata Tom, kepada wartawan di Oepoli, Minggu (7/10/2018).
Ia mengatakan, pada prinsipnya ia bersama masyarakat setempat mengapresiasi upaya pemerintah melalui PLN, yang telah menghadirkan listrik untuk masyarakat di wilayah perbatasan.
Setidaknya, lanjutnya, sudah empat desa di wilayah Oepoli yang telah dilistriki seperti Netemnanu, Netemnanu Utara, Netemnanu Selatan, dan Kifu, ditambah desa pemekaran yang jaringan listriknya juga sudah dibangun.
“Paling tidak, listrik ini membuat kami di perbatasan juga ikut merasakan yang namanya kemerdekaan Indonesia yang sudah dirayakan selama 73 tahun,” katanya.
Menurutnya, meskipun jaringan listrik sudah masuk ke desa-desa di perbatasan, namun belum semua rumah telah tersambung dengan meteran, karena kemampuan ekonomi warga yang masih terbatas.
Ia mengatakan, umumnya masyarakat di perbatasan merupakan petani dengan hasil pertanian yang penghasilan relatif kecil, sehingga masih kesulitan untuk memenuhi semua tuntutan kebutuhan dasarnya.
“Kalau biaya pemasangan listrik sampai jutaan, maka jelas kami kesulitan. Untuk itu, program listrik murah sangat diharapkan bisa hadir menyentuh kami di sini,” katanya.
Tom menambahkan, warga setempat juga tidak ingin tetap tertinggal dengan warga di Oecusse, yang sudah sekian lama listrik yang terang- benderang.
“Kami berharap, pemerintah dan PLN bisa membantu kesulitan ini, paling tidak listrik yang sudah hadir ini bisa dinikmati warga dengan harga yang terjangkau,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...