Warga Solo Gelar Festival Kuliner Tiga Etnis 

Editor: Koko Triarko

235
SOLO – Warga di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, bersiap menyelenggarakan festival kuliner multietnik. Festival kuliner yang akan digelar pada Minggu (7/10) esok, menghadirkan berbagai makanan khas tiga etnis, yakni Banjar, Jawa dan Cina.
Kegiatan untuk menyemarakkan Kirab Budaya ini akan dilaksanakan oleh ribuan warga Jayengan, merupakan salah satu upaya warga untuk mempererat keberagam etnis yang ada di wilayah tersebut. Sebab, kelurahan yang memiliki 9 Rukun Warga (RW) itu dihuni tiga etnis yang selama ini berjalan beriringan dalam satu kesatuan.
“Kenapa kita angkat kuliner tiga etnis ini? Karena sebagian besar penduduk di Jayengan dihuni mereka. Yakni, Banjar dari Kalimantan, Jawa dan Cina yang selanjutnya kita sebut dengan kirab Jarwono,” kata  Krisno Jatmiko, selaku ketua panitia, Sabtu (6/10/2018).
Festival kuliner tiga etnis yang diangkat ini tak lain untuk menunjukkan potensi masing-masing keberagaman, yang semuanya hidup berdampingan dalam kesehariannya.
Festival kuliner ini juga menunjukkan kepada masyarakat,  jika keberagaman adalah sesuatu yang indah dan merupakan pengalaman salah satu sila Pancasila, yakni sila ke 3, Persatuan Indonesia.
“Kita juga perlu memberikan pemahaman akan generasi penerus bangsa ke depan,  agar dapat melestarikan keberagaman untuk memperkokoh NKRI. Masyarakat kita harapkan dapat mengambil hakikat  dari pada hidup bersama dalam keberagaman, sehingga mempuyai keyakinan kuat, bahwa tidak ada alasan untuk konflik antar agama, ras ataupun suku,” tandasnya.
Festival Kuliner ini menampilkan makanan khas dari masing-masing etnis. Seperti kue lumpur, bubur samin, roti pisang, roti putih, kue ontok-ontok, lepet, putu mayang, apem banjar, yang merupakan makanan khas Banjar.
Sementara makanan khas Jawa, seperti nogosari, awuk-awuk, timus, kue lapis, serabi, lemet, dan putu ayu.
“Untuk makanan khas Cina, besok akan ada kueku, kue moho, kue mangkok, kompyang, wajik cina, pia-pia, sengkolon, bakpia, bakchan,” urai Krisno.
Selain festival kuniner, Kirab Jarwono ini juga menampilkan pakaian khas tiga etnis tersrebut. Seperti pakaian pengantin adat Jawa, pakaian pengantin adat Banjar dan perayaan kesempurnaan dewa utama.
“Ini merupakan kali kedunya digelar di Kelurahan Jayengan. Harapannya, memang seperti arahan Wali Kota Solo, untuk menunjukkan potensi masing-masing kelurahan,” tambah Aris Harjito, selaku Lurah Jayengan.
Baca Juga
Lihat juga...