Wukirsari Masuk Nominasi Desa Terbaik Nasional 2018

317
Bupati Sleman, Sri Purnomo -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, masuk dalam nominasi Desa Terbaik Nasional Tahun 2018. untuk Kategori Prakarsa dan Inovasi Desa.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, menerima langsung Tim Penilai Pusat untuk menindaklanjuti hal tersebut di Balai Desa Wukirsari, Yogyakarta, Sabtu (6/10/2018).
Sri Purnomo mengatakan, pihaknya bangga dengan prestasi Desa Wukirsari tersebut. Hal ini dapat terealisasi, karena Pemerintah Desa Wukirsari dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat, sehingga upaya untuk membangun dan memajukan desa dapat dilakukan secara efektif.
“Melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan, diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan publik bagi warga masyarakat,” katanya.
Perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Muhammad Rifai, berharap inovasi yang telah diakukan masyarakat Desa Wukirsari tidak berhenti setelah penilaian ini.
Dia berharap, kegiatan-kegiatan positif yang telah dilaksanakan dapat terus berlanjut ke depan, karena hal tersebut akan berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai inovasi ini selesai setelah lomba. Karena salah satu tujuan dari lomba ini supaya desa yang sudah baik ini dapat menjadi contoh bagi desa lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Wukirsari telah membuat beberapa inovasi, sehingga menjadi kandidat sebagai Desa Terbaik Nasional 2018.
Salah satunya Pemerintah Desa Wukirsari telah memanfaatkan Sistem Pemanfaatan Data Kependudukan (Sidampak), untuk memudahkan pelayanan administrasi kependudukan.
Program ini ditujukan untuk terciptanya Tata kelola Pemerintah Desa Wukirsari yang baik dan transparan.
Keberhasilan Desa Wukirsari dalam pemanfaatan teknologi informasi kini telah ditiru oleh lebih dari 70 desa lain di Kabupaten Sleman, dan akan diduplikasi pula oleh 12 desa lain di Kuningan, Jawa Barat.
Di samping itu, Desa Wukirsari juga menciptakan inovasi Program Sekolah Pintar yang merupakan pendidikan karakter untuk menekan angka pernikahan usia dini.
Program ini juga sebagai upaya pencegahan tindak “bullying” dan kekerasan dalam rumah tangga. Program ini menyasar pada pemberian pengetahuan reproduksi bagi remaja usia produktif serta pengetahuan pengasuhan anak.
Bukan itu saja, Desa Wukirsari juga mengembangkan Program Konservasi Burung Hantu jenis Tyto Alba, sebagai predator alami hama tikus. Keberadaan burung hantu ini telah berhasil meningkatkan produksi gabah di Desa Wukirsari hingga 31 ton dari sebelumnya hanya delapan ton. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...