124 Perguruan Tinggi Ikuti Ajang Kewirausahaan Mahasiswa

154

BOGOR – Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, sebanyak 124 perguruan tinggi se-Indonesia berkompetisi menampilkan kreativitas dan inovasi dalam ajang ekspo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) ke-9 yang berlangsung di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Direktur Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Didin Wahidin, mengatakan, KMI merupakan salah satu ajang untuk meningkatkan daya saing inovasi perguruan tinggi.

“Daya saing bangsa Indonesia cukup tinggi di angka 37 dari 127 negara, tapi daya saing inovasi anak bangsa masih rendah, 85 dari 127 negara,” ujarnya, saat membuka KMI ke-9.

Menurutnya, ada fenomena menurunnya semangat wirausahawan di Indonesia, sehingga perlu terus digelorakan. Kecenderungan penurunan ini disikapi oleh Kemenristekdikti melalui berbagai program salah satunya KMI yang setiap tahun digelar.

“Ini merupakan keprihatinan kita supaya ada upaya merangsang inovasi anak bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satria, mengatakan, IPB melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan minat kewirausahaan pada mahasiswa.

“Pertama kita sudah melakukan upaya peningkatan minat kewirausahaan yang terancang, kita lakukan langkah-langkah secara institusi,” lanjutnya.

Ia mengemukakan, awal tahun ini IPB melakukan pemetaan untuk mengetahui mahasiswa yang tingkat tahun pertama ini punya bakat dalam bidang bisnis.

“Jadi dari pemetaan itulah nantinya akan kita salurkan ke program lanjutan,” sebutnya. KMI ke-9 mengangkat tema “Penguatan Wirausaha Mahasiswa Indonesia melalui Techno-Sociopreneurship menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

Selain ekspo, dalam KMI kesembilan ini juga digelar beragam kegiatan di antaranya KMI award, sarasehan pemimpin perguran tinggi, sarasehan mahassiwa, studen entrepreneurship network, talkshow kewirausahaan, bazar UMKM dan tour keliling kota.

Berbagai produk inovasi dan kreativitas mahasiswa ditampilkan, mulai dari kursi terbuat dari limbah botol plastik, sablon, aneka makanan, hingga teh olahan dari kulit kopi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...