hut

2018, Pertumbuhan Ekonomi di Balikpapan Capai 4,6 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan tahun 2018 diproyeksikan mencapai 4,6 %  didorong oleh kuatnya konsumsi domestik, berlanjutnya proyek strategis dan alternatif pertumbuhan ekonomi baru di sektor pariwisata dan jasa.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, memprediksi di tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan tumbuh lebih baik, ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan swasta, akselerasi investasi terutama pembangunan infrastruktur pemerintah maupun swasta, dan perbaikan belanja pemerintah.

“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Balikpapan tahun ini didorong oleh akselerasi kinerja industri pengolahan terutama minyak, menguatnya sektor konstruksi , membaiknya sektor perdagangan besar, dan eceran. Serta penyediaan akomodasi sejalan dengan geliat sektor pertambangan pada hitter land Kota Balikpapan,” paparnya.

Kendati pertumbuhan ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan perlambatan pada tahun 2017 dengan growth sebesar 3,78 %, melambat dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar 4,87%. Lanjut Suharman, pada tahun ini ada indikasi perbaikan kinerja usaha sebagaimana hasil likert scale survey liaison yang menunjukkan adanya pertumbuhan peningkatan penjualan domestik serta ekspor pada 2018.

“Perbaikan kinerja sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor penyediaan akomodasi turut tercermin dari tren peningkatan  okupansi pada survei harga properti komersial,” sebut Suharman Tabrani, Kamis (29/11/2018).

Sedangkan di tahun mendatang tantangan masih berat dan pihaknya berharap seluruh upaya terus bergerak maju serta meningkat. Sinergi antarseluruh institusi dengan semangat bersama.

“Ke depan tantangan yang dihadapi daerah adalah ekspor yang didominasi oleh komoditas berbasis SDA, keterbatasan ruang fiskal daerah, risiko perubahan peta politik dengan adanya pemilu 2019, masih rendahnya tingkat kompetitif produk lokal, dan risiko pergeseran arus penumpang dengan beroperasinya bandara APT Pranoto di Samarinda,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menjelaskan, salah satu faktor dalam pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kerusakan lingkungan.

“Pemanfaatan Sumber Daya Alam memiliki daya dukung yang sangat terbatas, dan membangun ekonomi tidak dapat dilakukan secara parsial melainkan sejajar,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!