83 Pembalap Siang Ini Bertarung di Etape VI TdS 2018

Editor: Koko Triarko

213
SOLOK – Tour de Singkarak 2018 masih menyisakan tiga etape lagi. Pada siang nanti, 83 pembalap yang tersisa akan melanjutkan perjalanan di etape VI dengan panjang rute 105 Kilometer. Bendera start akan mulai dikibarkan di Lapangan Merdeka Kota Solok, dan finish di Ngalau Indah Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. 
Etape VI ini memang merupakan etape terpendek dari delapan etape di Tour de Singkarak 2018. Meski pendek, cukup banyak tantangan di etape ini.
Lokasi sprint pertama ada di Km 16,1 di Singkarak, kedua di Batu Piladang, tepatnya di Km 81,1.
Untuk King of Mountain pertama di Km 35,1 di Ombilin Solok, serta King of Mountain kedua di Km 61,7 yang berada di Tabir Patah.
Race Director TdS 2018, Jamaluddin Mahmood/ Foto: M. Noli Hendra
Sepanjang perjalanan dari start – finish, para pembalap akan disuguhi pemandangan alam yang eksotik. Seperti di Sawah Solok, Danau Singkarak, dan persawahan yang berjenjang saat memasuki Kabupaten Tanah Datar.
Pada etape ini juga akan menjadi perhitungan waktu untuk menentukan pemegang pembalap terbaik dari sejumlah kategori, seperti Best Riders, Best Sprinters, Best King of Mountain, dan untuk pembalap Indonesia ada kategori Best Indonesian Rider.
Melihat pada hasil etape V kemarin, Ryan Cavanagh dari St. George Continental Cycling Team, berhasil finish di urutan pertama dengan catatan waktu 4:00:07. Ia berhasil mencapai garis finish, meski dihadapkan jalan berliku dan cuaca hujan.
Ryan finish di urutan pertama di etape V di Kantor Bupati Pasaman. Tapi, yellow jersey masih dipegang oleh Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia, dengan kakulasi waktu tercepat 19:52:54.
Hingga hasil etape V ini, jersey yang dipegang oleh Jesse dibayang-bayangi oleh Ariya Phounsavath, dengan perbedaan waktu hanya dua detik.
Finish di urutan dua, yakni Nur Amirull Fakhruddin Mazuki dari Terengganu Cycling Team. Finish ketiga Rustam LIM 7 Eleven – Cliqq Road Bike Philippines. Antara finish satu, dua, dan tiga hanya berbeda beberapa detik saja, karena cukup rapat di antara tiga pembalap itu.
Untuk Best Sprinters Rider diberikan kepada Oleksandr Polivoda dari NLC Team, dengan perolehan poin 36. Sementara Jesse Ewart yang sebelumnya memegang green yellow dua etape berturut-turut, yang hanya mampu bertengger di posisi dua dengan perolehan poin 29, harus melepaskan green jersey-nya.
Untuk King of Mountain pada etape V ini, direbut oleh Marcelo Felipe dari 7RP Team, dengan perolehan poin 23 dan berhak mengenakan Polka-Dot jersey. Untuk KoM ini penerima green yellow adalah Oleksandr, yang memiliki poin berada di posisi kedua dengan perolehan poin 22.
Lagi, Jesse Ewart juga harus melepaskan Polka-Dot jersey setelah dua hari berturut-turut memborong tiga jersey.
Best Indonesian Rider masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman dari KFC Team, dengan kakulasi catatan waktu tercepat hingga etape V ini 19:53:59, Abdurrohman kembali mengenakan red and white jersey. Hari ini merupakan ketiga kalinya Abdurrohman naik ke panggung menerima red and white jersey.
Sementara untuk etape V, kategori pembalap asal Indonesia yang berhasil lebih dahulu mencapai garis finish ialah Jamal Hibatulloh dari PGN Cyling Team, dengan catatan waktu 4:00:34.
Artinya, pada etape sepanjang 161,4 km ini, Jamal nomor punggung 143 berada di posisi kelima saat mencapai garis finish.
Diperkirakan pada etape VI ini, tidak akan akan jauh berbeda pembalap yang akan meraih kemenangan. Apalagi, untuk  kondisi jalan pada rute ini, terbilang cukup bagus, dan tidak tergolong ekstrem.
Race Director TdS 2018, Jamaluddin Mahmood, mengatakan di etape VI akan dimulai pukul 14.00 WIB nanti atau siang, karena adanya waktu salat Jumat, sehingga perlu menyelesaikan waktu salat Jumat terlebih dahulu.
“Untuk jalan, tidak ada persoalan apa pun. Bisa dikatakan rute hari ini, merupakan rute yang memiliki kondisi jalan yang cukup bagus,” katanya, Jumat (9/11/2018).
Namun, Jamal mengaku untuk rute ini meski tidak begitu ekstrem seperti di Kelok 44, cuaca hujan perlu dikhawatirkan. Sebab, ada sekira tiga etape sebelumnya hujan terus mengguyur sepanjang perjalanan, dan ada terjadi perubahan rute akibat banjir.
“Alat berat telah dipersiapkan di lokasi rawan longsor dan banjir. Tapi yang namanya bencana alam, kita tidak tahu kapan akan datang. Semoga cuaca hujan yang turun tidak mengakibatkan bencana alam,” harapnya.
Terkait perbaikan jalan, katanya, masih ada pengerjaan di daerah Kabupaten Solok Selatan, yang merupakan rute di etape VII, di mana bendera start akan diangkat di Kota Padang Panjang dan menuju Kantor Bupati Solok Selatan. Rute ini merupakan rute terpanjang kedua, yakni 194,4 km.
Baca Juga
Lihat juga...