Anggota Posdaya Beringin Sakti Padang Terima Pelatihan Teh dan Mie Kelor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

221

PADANG — Universitas Tamansiswa Padang, Sumatera Barat, melalui Program Hibah Bina Desa, melakukan Pengembangan Tanaman Kelor Guna Meningkatkan Lingkungan yang Sehat di Posdaya Beringin Sakti di bawah binaan Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang yang terletak di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.

“Kegiatan ini bisa berjalan berkat kerja sama Universitas Tamansiswa dengan Ristek Dikti. Program ini berupa rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sejak Bulan Juli hingga November 2018,” kata Pembimbing kegiatan, Dr. Ir. Zasmeli Suhaemi, MP, yang juga Konsultan Posdaya di Sumatera Barat, Sabtu (3/11/2018).

Disebutkan, kegiatannya adalah melakukan pelatihan membibitkan tanaman Kelor. Hal ini guna memanfaatkan lahan kosong, yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berdampak positif.

“Tanaman ini sangat mudah dikembangbiakan, dan tidak membutuhkan tanah dengan kualifikasi khusus serta bersifat tahunan, sehingga tidak memberatkan masyarakat dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Menurutnya, tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan tinggi batang mencapai 7 hingga 11 meter. Batangnya mudah patah, cabangnya jarang tetapi akarnya sangat kuat. Daun kelor berbentuk bulat telur, ukurannya kecil dan bersusun majemuk di dalam satu tangkai.

Sementara untuk bunganya berbau semerbak, warnanya putih kekuning-kuningan dan tundung pelepah bunganya berwarna hijau. Sementara itu, buahnya berbentuk segitiga memanjang.

“Jadi setelah Kelor tumbuh dengan baik, maka daunnya dapat diolah menjadi teh Kelor dan Mie Kelor,” jelasnya.

Ia berkata, saat ini kelompok masyarakat di Posdaya Beringin Sakti, telah berhasil memiliki 40 pohon Kelor, di lahan yang semula hanya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar.

Dari daunnya telah dibuat menjadi teh Kelor, yang dipasarkan dengan berat 12 gram seharga Rp. 5.000,-. Hasil program ini diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat, terutama kaum ibu-ibu.

Berbicara manfaatnya, tanaman tersebut akan dapat membantu mengatasi gizi buruk, mata minus, plus dan silinder, asam urat, stroke, mata rabun dan lainnya. Karena daun Kelor yang telah dikeringkan (Teh Kelor) mengandung senyawa aktif dalam kelor yang terdapat pada akar, daun dan kulit batang kelor.

Seperti saponin polifenol, alkaloida, tanin, steroid, flavonoid, gula tereduksi, dan minyak atsiri. Kelor juga kaya akan Protein sama dengan 29,6 persen. Energi sama dengan 254 Kal/kg. Anti oksidant (Vitamin C) sama dengan 239,42 ppm.

Cara menggunakannya juga mudah, kata Emi, yakni ambil 1-2 sendok makan teh daun Kelor, seduh dengan air panas, biarkan teh mengendap, siap diminum.

Sementara itu, Ketua Posdaya Beringin Sakti, Ratna Sari mengatakan, peserta pelatihan antusias untuk membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) berbasis Kelor.

“Kelor sebagai Miracle of Tree memang belum membudaya di masyarakat Kota Padang dan Sumatra Barat, bahkan sebagian besar masyarakat menganggap tanaman ini mengandung mistis, sehingga justru dijauhi oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat khususnya anggota Posdaya Beringin Sakti, mulai mengubah anggapan mereka tentang Kelor.

Ia menjelaskan dari mengkonsumsi kelor, terbukti dapat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit berat, seperti diabetes, hepatitis, jantung dan kolesterol tinggi.

“Di Posdaya hal-hal seperti ini sangat dibutuhkan. Dengan peran kita sebagai pemerdayaan keluarga, segala bentuk kegiatan yang memiliki manfaat, perlu diterapkan bagi masyarakat. Terutama tentang tanaman Kelor, yang ternyata memiliki banyak manfaat,” ungkapnya.

Ia mengaku untuk kegiatan seperti itu memang banyak dibantu oleh pihak lain seperti dari perguruan tinggi dan perusahaan swasta lainnya. Sementara kalau dari Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang lebih ke pembinaan segi ekonomi.

Baca Juga
Lihat juga...