Anies Imbau Masyarakat, Lapor Jika Temukan Saluran Air Tersumbat

Editor: Satmoko Budi Santoso

146

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warganya untuk segera melapor jika menemukan saluran air di lingkungannya bermasalah atau tersumbat. Karena hal itu bisa menyebabkan banjir. Ia berharap, segera melaporkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan bakal ditindaklanjuti.

“Bila masyarakat menemukan ada tempat yang di situ kotor, di situ belum bersih, beritahu kita. Akan saya perintahkan untuk segera dibersihkan dan semuanya kerja untuk membereskan,” kata Anies di Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Hal itu sebagai antisipasi banjir menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi Januari-Februari 2019. Apalagi, Ibu Kota belakangan ini sudah diguyur hujan berintensitas tinggi.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sudah siap dalam menghadapi musim hujan tahun ini. Anies sudah menginstruksikan jajaran ke berbagai titik untuk membersihkan saluran air sehingga saat memasuki puncak musim hujan dapat dialiri air dengan lancar.

“Antisipasi banjir begini pertama adalah soal pengelolaan saluran-saluran air, yaitu pembersihan dilakukan terus di semua titik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tim tanggap yang nantinya akan bergerak cepat bila terjadi genangan di suatu kawasan. Dia juga menyebutkan, pihaknya sudah siap menghadapi puncak musim hujan dengan menyiapkan tim tanggap yang disebutnya bergerak cepat bila terjadi genangan.

“Lalu yang kedua kita antisipasi dengan tim tanggap, sehingga bila terjadi genangan banjir maka respons cepat bisa dilakukan,” ujarnya.

Kemudian pihaknya juga sudah memiliki sejumlah alat berat yang disiagakan guna mengeruk kali atau sungai yang berpotensi meluap saat musim hujan. Namun, upaya pengerukan tersebut tidak dibarengi dengan pemasangan turap atau betonisasi di sekitar pinggiran sungai untuk menahan debit air.

“Saat ini alat berat kita jumlahnya 192, semua beroperasi, semua melakukan kegiatan pengerukan, perbaikan sarana prasarana,” imbuhnya.

Selain itu, Kasudin Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pasukan biru untuk mengantisipasi banjir dan genangan selama musim hujan.

Selain Pasukan Biru, pihaknya juga mengerahkan pompa dan alat berat serta dump truck.

“Ada 5.186 personel kita atau Pasukan Biru yang dikerahkan,” ucap Teguh.

Untuk pompa stasioner SDA terdapat di 153 lokasi dengan 436 unit. Di antaranya di Sudin SDA Jakarta Barat 33 lokasi 100 unit, di Sudin SDA Jakarta Utara 15 lokasi 26 unit, Sudin SDA Jakarta Pusat 14 lokasi 47 unit, Sudin SDA Jakarta Timur 15 lokasi 32 unit dan Sudin SDA Jakarta Selatan 26 lokasi 50 unit.

Diketahui, ada pun 26 lokasi rawan banjir yang telah dipetakan Dinas SDA DKI, 9 titik di antaranya adalah kawasan Jakarta Selatan, yaitu H. Ipin, Pondok Labu, Pejaten Timur, Kemang Raya, Kemang Utara, Iskandar Muda, Jalan Jendral Gatot Subroto di depan Balai Kartini, Jenderal Sudirman depan Atmajaya, dan di perempatan ITC Fatmawati.

Di Jakarta Barat terdapat 6 titik rawan banjir yakni, di Jalan Letjend Suparman depan Apartemen Slipi, dan Jalan Letjen Suparman depan Trisakti/Citraland, Meruya Selatan, Arjuna Selatan, Patra Raya, serta di Jalan PTB Angke.

Sementara itu, Jakarta Timur juga terdapat beberapa lokasi rawan banjir yang berada di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu yang selama dua tahun terakhir mengalami 10 kali genangan, yaitu Kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Cibubur, dan Komodor Halim Perdanakusuma.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, hanya empat titik yaitu di depan RSAL Mintoharjo, Jalan Cempaka Putih Tengah, Jalan Industri, dan under pass Kemayoran.

Begitu pula di Jakarta Utara hanya tiga titik yang terpantau yaitu, Jalan Boulevard Barat Raya, Yos Sudarso, serta Gaya Motor Raya.

Baca Juga
Lihat juga...