Atlet Luar Sumbar Diingatkan untuk tidak Sekedar Mencari Keuntungan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

222

PADANG — Meski aplikasi pendaftaran atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2018 melalui Sistem Pendataan Keolahragaan Secara Online (Sidragon), masih menyisakan persoalan. Namun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) lebih menekankan kepada memberikan peringatan.

Ketua KONI Sumatera Barat Syaiful menyatakan, untuk para atlet luar Sumatera Barat yang menginginkan mencari keuntungan di Porprov XV untuk berpikir ulang. Sebab, apabila sudah terdata, atlet ini tidak akan bisa lepas.

“Berdasarkan pengalaman di Porprov yang sudah lewat, pengurus olahraga Sumatera Barat sudah kenyang dengan janji-janji atlet luar yang bakal memperkuat Sumatera Barat di PON,” katanya di Padang, Rabu (7/11/2018).

Sebagai bukti, mantan petinju Sumatera Barat, Stevi Binalay, ujarnya, ia sudah meraih emas di Porprov Pesisir Selatan Tahun 2002, meraih emas di Kejurnas STE 2001 Sulawesi Selatan, memberikan lapangan kerja dengan memasukkan kerja di Kepolisian Sumatera Barat, malah kabur tahun 2006 ke daerah asal, Lampung.

“Kita sudah kenyang dengan janji atlet luar. Tak ada gunanya perjanjian bersegel. Percuma saja. Melalui Sidragon, atlet luar tidak bisa main di Sumatera Barat. Jika mau main, mereka sudah terikat data melalui Sidragon ini,” ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut perlu dipertegas, supaya semuanya jelas, dan tidak ada hal-hal yang tidak ingin terjadi, seperti sebelumnya.

Ketua Koordinator Sidragon, Rasydi Sumetri Porprov mengatakan, persoalan aplikasi tersebut yakni polemik di Porprov XV Kabupaten Padang Pariaman yang cukup menggeliat sejak digulirkan, hingga saat sekarang. Namun demikian perlahan, semua permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Di antaranya adalah masalah pendaftaran atlet melalui aplikasi Sidragon di Kabupaten Pesisir Selatan yang masih belum lengkap 192 atlet. Sementara yang sedang verifikasi 62 atlet. Kabupaten Sijunjung juga belum lengkap 170 atlet per 1 November 2018.

Namun begitu, Rasydi mengatakan, masalah pendaftaran atlet untuk dua daerah tersebut, sudah hampir rampung dan berjalan lancar. Karena sudah ada solusi terbaik.

Solusinya dikatakan Rasydi, PB Porprov dan KONI Sumatera Barat sepakat memperpanjang masa pendaftaran hingga 8 November Pukul 00.00 mendatang.

Ia menjelaskan melihat pada 15 September lalu sudah terdata 7.583 atlet dengan perincian 6.877 sudah cetak id card, 706 menunggu verifikasi.

Namun dari data terakhir 5 November, sudah terdata secara total 7.575 atler dengan perincian 7.203 atlet sudah terdaftar, 115 atlet sedang dalam tahapan verifikasi, serta 257 atlet masih belum melengkapi persyaratan.

Ia menyampaikan, terdapat beberapa permasalahan yang ditemui, namun sudah disampaikan kepada KONI dan SC Porprov serta Ketua PB Porprov, yakni adanya tabrakan antara peraturan umum dan peraturan khusus Porprov.

“Sebagai contoh masih ada atlet yang ber KTP luar Sumatera Barat di beberapa cabang olahraga. Sebut saja, GABSI serta Kriket ,” jelasnya.

Ia mengakui hal tersebut tidak bisa memutuskan persoalan itu, hanya saja harus ada notulen, tandatangan Ketua Pengprov cabor, serta stempel basah dari cabor bersangkutan.

“Saya berharap betul supaya Porprov Sumatera Barat berjalan sukses. Karena olahraga tidak hanya sebagai sebuah kesehatan, tapi juga menjalin silaturahmi,” harapnya.

Baca Juga
Lihat juga...