Babak ke-11 Pembicaraan Perdamaian Suriah Dimulai

Ilustrasi wilayah Suriah - Foto: Dokumentasi CDN

ASTANA – Babak ke-11, pembicaraan perdamaian Suriah mulai digelar di Astana, Kazakhstan. Pertemuan dilakukan melalui wakil Rusia dan Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sebelum pertemuan tersebut, Alexander Lavrentiev, Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Suriah mengatakan, pembentukan komite konstitusional untuk menangani undang-undang dasar baru, gencatan senjata di Provinsi Idlib di Suriah, masalah pengungsi dan perang melawan terorisme akan dibahas dalam pertemuan itu.

Satu pertemuan Kelompok Kerja Astana, yang didirikan bagi pembebasan tahanan, juga direncanakan untuk dibicarakan dalam kesempatan tersebut. Pertemuan itu direncanakan juga akan menilai proyek perintis, yang menetapkan pembebasan secara timbal-balik dan serentak tahanan Suriah, baik dari Pemerintah Bashar maupun pihak oposisi.

Proyek pembebasan tahanan atau sandera, penyerahan mayat, dan pengidentisikasian orang hilang, ditetapkan sebagai bagian dari pertemuan di Astana. “Pertemuan tersebut akan mengikut-sertakan Turki, Rusia dan Iran, tiga negara penjamin proses Astana, serta PBB,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataannya.

Selasa (27/11/2018), PBB menyatakan, utusan badan dunia tersebut ,yang habis masa tugasnya, Staffan De Mistura, direncanakan bertemu dengan para pejabat negara penjamin di Astana. Mistura diminta bekerja dalam komite yang menulis undang-undang baru, bagi negara yang dicabik pertempuran tersebut. Pada Rabu (27/11/2018) pagi, Kementerian Luar Negeri Kazakhstan mengumumkan, kedatangan semua pihak di Ibu Kota Kazakhstan, Astana.

Mantan perdana menteri pemerintah sementara Suriah, Ahmed Tuma, yang memimpin kelompok atas nama oposisi Suriah, direncanakan menekankan pembicaraan, mengenai kurangnya lingkungan yang berkelanjutan, bagi pemulangan pengungsi Suriah.

Kemudian mengenai pembangunan kembali negeri tersebut, serta pembicaraan mengenai tahanan yang dilakukan pemerintah dengan PBB dan Rusia. Delegasi Turki, yang diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Sedal Onal, direncanakan mengadakan pertemuan dengan wakil dari kelompok oposisi, Pemerintah Rusia dan Iran. Negara penjamin dijadwalkan mengadakan pertemuan pada secara tersendiri, sebelum sidang utama digelar. Selama sidang utama, semua pihak direncanakan bertemu dan deklarasi akhir dibacakan.

Iran diwakili oleh Hussein Gabri Ansari, Asisten Menteri Luar Negeri Urusan Arab dan Afrika, sementara Alexander Lavrentiev, Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Suriah mewakili Pemerintah Moskow. Pemerintah Suriah diwakili oleh Bashar Jaafari, Wakil Tetap Damaskus untuk PBB. Konflik di Suriah meletus pada 2011, ketika Pemerintah Bashar menindas demonstran dengan menggunakan kekuatannya. (Ant)

Lihat juga...