Bang Husin, Berbisnis Sembari Lestarikan Baju Pangsi

Editor: Koko Triarko

286
BEKASI – Beragam cara dalam menjaga pelestarian budaya daerah bisa dilakukan. Menjaga juga bukan berarti harus memiliki sanggar tertentu. Namun, juga bisa dengan cara bisnis.
Bang Husin, adalah salah satu yang menjalankan bisnis menjual baju Pangsi Betawi, di kampung Pekayon, Kota Bekasi. Baju Pangsi merupakan baju Jawara yang masih diminati di Kota Bekasi. Dia mengaku selain berbisnis, ini salah satu upaya mempertahankan tradisi Betawi di Kota Bekasi.
“Saya produksi melalui konveksi sendiri di rumah, paling belanja bahan saja,” kata Bang Husin, biasa disapa Juragan Pangsi, saat ditemui di Gallery Betawi Culture, Selasa (6/11/2018).
Bang Husin, Juragan baju Pangsi, pemilik Gallery Betawi -Foto: M Amin
Tidak hanya baju Pangsi, tetapi ada baju khas daerah Jawa Barat, seperti baju Pangsi Jawa Barat, baju Kebaya Encim, baju Abang Noni dan baju Boim serta kaos etnik Betawi lainnya.
Menurutnya, berbisnis pakaian adat masih menjanjikan sampai kapan pun, selama daerah tersebut masih menghargai kebudayaannya. Untuk itu, diperlukan perhatian pemerintah dalam pelestarian budaya.
Dalam berbisnis pakaian adat, lanjut Bang Husin, bisa dikatakan musiman, atau tergantung momen tertentu. Tetapi, untuk harian juga ada, meskipun tidak banyak terjual seperti hari besar nasional.
“Panennya, kalau jualan baju etnik begini ketika peringatan Sumpah Pemuda, hari Kartini atau pun peringatan HUT Kemerdekaan. Bisa kewalahan memenuhi permintaan,” papar Bang Husin, mengaku hari biasa, penjualan sampai lima pic saja.
Lebih lanjut, dia mengaku, selain membuka gallery sendiri, juga menjual sistem grosiran atau reseller di beberapa tempat di Kota-Kabupaten Bekasi.
“Alhamdulillah, saya juga memiliki 10 reseller di beberapa tempat. Harga grosir dan eceran tentu berbeda,” tukasnya, seraya menambahkan, untuk reseller persyaratan pertama harus membeli satu kodi pakaian Pangsi.
Harga jual satu baju Pangsi untuk anak, lengkap dengan aksesorisnya, seperti sabuk, selendang, golok-golokan, kalung atau jimat total delapan pic dijual seharga Rp325.000. Dia juga mengaku kerap mengikuti pameran melalui pagelaran budaya.
Baju Pangsi lebih dikenal sebagai Baju Jawara di kalangan masyarakat Betawi Bekasi, yang dikenakan oleh tokoh legenda Si Pitung. Saat ini, baju Pangsi bisa dikenakan oleh perguruan silat di Kota Bekasi dengan berbagai corak dan warna.
Juragan Pangsi berharap, Pemerintah Kota Bekasi dapat terus memperhatikan kebudayaan Betawi. “Memang secara geografis Kota Bekasi masuk wilayah Jawa Barat, tetapi di sini banyak orang Betawi. Peran pemerintah harus terus menjaga kebudayaan Betawi Bekasi,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...