Banjir dan Longsor Dominasi Jumlah Bencana di Padang Pariaman

175
Ilustrasi - Banjir - Dok: CDN
PARIT MALINTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, mencatat dari Januari hingga Oktober 2018, sebanyak 164 bencana alam melanda daerah itu dengan kerugian material sekitar Rp14 miliar.
“Bencana yang mendominasi melanda Padang Pariaman, yaitu banjir dan longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya, di Parit Malintang, Senin (12/11/2018).
Ia mengatakan, peningkatan intensitas bencana tersebut terjadi sejak beberapa bulan terakhir akibat cuaca ekstrem. “Bahkan, bencana tersebut menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Ia menyebutkan, bencana yang menimbulkan korban jiwa tersebut, yaitu tiga anak dari warga pembuat batu bata di Kecamatan Enam Lingkung.
Tiga orang anak tersebut tertimbun longsoran material karena rumahnya dekat dengan tebing.
Selain merusak rumah dan menimbulkan korban jiwa, longsoran material juga menimbun sejumlah jalan di daerah itu, sehingga menutup akses jalan beberapa jam.
Bahkan pada Agustus, lalu, Pasar Sungai Limau digenangi air banjir beberapa jam, sehingga aktivitas pasar sempat tertunda.
Ia menyatakan, pihaknya terus meningkatkan respons terhadap informasi bencana yang diterima dari masyarakat.
Ia mengimbau warga Padang Pariaman untuk meningkatkan kewaspadaan, karena daerah itu rawan terhadap bencana serta cuaca ekstrem masih berpotensi menerjang daerah itu hingga awal 2019.
“Terutama untuk warga yang tinggal di pantai, dekat dengan sungai dan tebing perlu peningkatan kewaspadaannya,” ujar dia. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...