Banjir dan Longsor Terjang Sumbar, Dua Orang Meninggal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

172
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho -Foto: M Hajoran

JAKARTA — Hujan deras yang melanda Sumatera bagian Barat telah menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Lampung.

Meningkatnya curah hujan telah menyebabkan meningkatnya bencana hidrometeorologi. Meski belum semua wilayah Indonesia memasuki musim hujan, namun Sumatera dan Jawa bagian Barat telah terjadi peningkatan hujan selama satu minggu terakhir.

“Longsor kembali terjadi Kota Pariaman, tepatnya di Desa Sintuak Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat pada Jumat 9 November 2018 pukul 05.53 WIB. Longsoran lereng bukit menerjang rumah di bawahnya,” kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Akibatnya satu orang meninggal dunia ( Sawitri, 23) dan 2 orang luka-luka (Sri Wahyuni, 16 dan Sharial, 52).

“Korban adalah satu keluarga dan telah dimakamkan sedangkan korban luka di rawat di rumah sakit terdekat,” tambahnya

Kerusakan fisik yang ada, satu rumah rusak berat, BPBD Kota Pariaman bersama TNI/Polri dan SAR telah melakukan pendataan dan evakuasi korban. Aparat dan warga setempat melakukan gotong-royong membersihkan material longsor.

Disebutkan juga, Wali Kota Pariaman telah memberikan santunan sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban.

“Sementara itu, banjir di Desa Sungai Pandahan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat pada 7 November 2018 pukul 12.00 WIB menyebabkan satu orang hanyut. Hingga saat ini korban belum ditemukan dan Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban,” ujarnya.

Di Pasaman Barat, banjir dan longsor melanda Desa Parik Kecamatan Koto Balingka, pada 7 November 2018 pukul 20.00 WIB menyebabkan satu orang meninggal dunia (Ahmad, 10), dan 100 KK mengungsi ke jorong terdekat, dua rumah hanyut, satu mushola rusak dan dua jembatan gantung rusak berat.

“Penanganan darurat dilakukan dengan melakukan evakuasi, membagikan bantuan, mendirikan dapur umum dan pos darurat. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung,” jelasnya.

Lebih lanjut Sutopo mengatakan, intensitas hujan akan terus meningkat sehingga potensi bencana juga meningkat. Upaya antisipasi dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya, tidak melakukan aktivitas saat cuaca mendung atau hujan.

“Cermati tanda-tanda potensi longsor di sekitar lereng perbukitan. Beberapa tanda potensi longsor adalah munculnya retakan, munculnya rembesan atau mata air, pohon miring dan lainnya,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...