Banjir di Badau-Kalbar, Surut

212
Ilustrasi - Dok CDN
PUTUSSIBAU – Banjir yang melanda sejumlah titik di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sejak Minggu (11/11), saat ini sudah surut.
“Alhamdulillah, kondisi air sudah surut dan aktivitas masyarakat kembali normal,” kata Camat Badau, Adenan, saat dihubungi dari Putussibau, Senin (12/11/2018).
Menurut Adenan, banjir akibat luapan sungai Badau beberapa tahun terakhir memang sering terjadi, karena curah hujan dan kurang lancarnya pembuangan air di sungai tersebut.
Ia mengatakan, Sungai Badau itu sudah mengalami pendangkalan dan banyak sampah, sehingga sangat mudah meluap apabila curah hujan tinggi, sehigga diperlukan pengerukan.
“Itu sudah pernah kami usulkan, namun belum terealisasi untuk pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan,” jelas Adenan.
Sementara itu, warga Badau, Yohanes, mengatakan banjir di Kecamatan Badau terjadi sejak masuknya perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut.
“Sebelum kebun sawit beroperasi, tidak pernah Badau ini kebanjiran,” katanya.
Selain itu, Yohanes juga mengakui kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di sungai sering terjadi.
“Kalau saya lihat ada beberapa faktor, selain faktor alam, banjir terjadi juga karena ulah manusia,” katanya.
Pada Minggu (11/11), banjir sempat merendam sejumlah titik di Kecamatan Badau, di antaranya di lapangan bola Badau, depan Kantor Urusan Agama (KUA) Badau, Badau Tengah dan Badau Hilir. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...