Banjir Mulai Surut, Warga Pasaman Barat Bersihkan Rumah

180
Warga membersihkan rumah dari lumpur terbawa banjir, ilustrasi -Dok: CDN
SIMPANG EMPAT – Banjir yang menggenangi lima Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), berangsur surut, sehingga sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Banjir berangsur surut dan warga saat ini membersihkan rumah dari bekas banjir yang berlumpur,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Tri Wahluyo, di Simpang Empat, Jumat (9/11/2018).
Ia mengatakan, banjir yang terjadi pada Rabu (7/11) itu melanda sejumlah titik di lima kecamatan, yakni Kinali, Pasaman, Sasak Ranah Pasisia, Parit Koto Balingka dan Ranah Batahan.
“Pada umumnya, banjir terjadi akibat meluapnya sungai besar yang ada di daerah itu,” ujarnya.
Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan mengenai berapa rumah warga dan kerugian disebabkan banjir. Sebab, sejak pertama banjir, pihaknya fokus melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman.
Ia menyatakan, untuk arus transportasi di Batang Saman, Simpang Empat-Talamau dan Kampung Baru- Madina Sumatera Utara (Sumut), sudah lancar kembali.
“Sebelumnya, akses terputus karena jalan ditutupi banjir dan longsor di daerah Kajai Talamau. Saat ini, sudah kembali lancar,” katanya.
Namun, pihaknya mengimbau agar pengendara tetap hati-hati di jalur banjir, karena jalan masih licin dan berlumpur.
“Meskipun banjir sudah berangsur surut, namun warga harus tetap waspada banjir susulan, karena cuaca yang tidak menentu,” ujar Tri.
Ia mengemukakan, Pasaman Barat memiliki sejumlah sungai besar yang rawan banjir. Ada lima sungai besar yang rawan banjir, yakni Batang Pasaman, Batang Sikabau, Batang Bayang, Batang Batahan, dan sungai Anak Air Haji.
“Setiap hujan lebat dalam waktu yang lama, maka air sungai itu selalu meluap dan mengenangi rumah warga sekitar,” kata Tri.
Ia mengajak masyarakat yang berada di titik rawan banjir lebih waspada saat curah hujan tinggi, atau hujan di hulu sungai.
Ia menyatakan, selain di lima sungai besar itu, warga yang berada di daerah perbukitan, pegunungan dan di tepi laut agar juga selalu waspada.
Sebab, katanya, Pasaman Barat juga rawan longsor, terutama di Kecamatan Talamau serta Gunung Tuleh, dan rawan abrasi di pantai Sasak.
“Saat ini, cuaca tidak menentu dan sering ekstrem. Tingkatkan kewaspadaan dan selalu siaga bencana,” ujar Tri. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...