Banjir, Warga Kabupaten Bandung Mengungsi

178
Ilustrasi - Banjir - Foto: Dok. CDN

BANDUNG – Warga Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (12/11/2018), mulai mengungsi setelah banjir melanda kawasan tersebut sejak beberapa hari lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat, mengatakan, 378 orang telah mengungsi di beberapa tempat akibat banjir tersebut. Ada 252 warga terdampak banjir di Kecamatan Baleendah, mereka mengungsi di Shelter Inkanas BPBD dan Shelter Parung Halang. “Di Shelter BPBD ada 64 KK (Kepala Keluarga), 213 jiwa, ada 44 lansia, dua ibu hamil, dan 19 balita. Di Shelter Parunghalang sebanyak 11 KK, 39 jiwa, tiga lansia, dan tiga balita,” kata Sudrajat.

Di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir melanda 15 daerah dan memaksa 154 warga mengungsi di lima titik pengungsian. “Sementara di Kecamatan Bojongsoang 41 KK mengungsi ke Gedung Tamago,” katanya.

Banjir yang terjadi sejak Kamis (8/11/2018), telah menggenangi 350 rumah, sembilan sekolah, dan 25 tempat ibadah. “Kita terus melaksanakan evakuasi dini, dan pelaporan serta melakukan assesment ke lokasi terkena bencana,” tandasnya.

Kepala Desa Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Yayan Setiana, memastikan, pelayanan publik tetap berjalanan normal, meski kantor desa tengah dikepung banjir. “Pelayanan masih tetap berjalan seperti biasanya, tapi karena akses tergenang, pelayanan digeser ke daerah kering,” ucap Yayan.

Saat musim penghujan, dan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kantor Desa Dayeuhkolot acapkali dikepung banjir. Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan Kabupaten Bandung pada Minggu (11/11/2018) dan  membuat kantor desa tergenang hingga ketinggian 30 sentimeter. “Baru tadi malem air masuk ke kantor,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperolehnya, ribuan jiwa warga Desa Dayeuhkolot terdampak banjir. Sebagian warga harus mengungsi ke beberapa tempat. “Kalau liat gini mah, ribuan kang yang terdampak banjir. Di Desa Dayeuhkolot aja ada tiga ribuan rumah,” tandasnya.

Meski begitu, setiap Rukun Warga (RW) di Desa Dayeuhkolot, sudah menyiagakan perahu. Bilamana warga memerlukan bantuan, perahu siap digunakan untuk kebutuhan evakuasi “Jadi perahu terus memonitoring. Selain perahu milik tiap RW, biasanya relawan juga membantu mengevakuasi korban,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...