hut

Bank Dunia Apresiasi Peningkatan Investasi Ekonomi Biru

Ilustrasi investasi - Foto: Dokumentasi CDN

NAIROBI – Bank Dunia mengapresiasi, peningkatan portofolio investasi di sektor ekonomi biru. Yaitu investasi dalam upaya mengurangi polusi di laut, dan memastikan bahwa jutaan orang di seluruh dunia memiliki akses ke air bersih.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Konferensi Ekonomi Biru Berkelanjutan, yang berlangsung di Nairobi, pemberi pinjaman itu mengatakan, telah mengumpulkan 66 miliar shilling atau setara dengan 660 juta dolar AS, dalam bentuk obligasi berkelanjutan. Bank Dunia telah berkomitmen 37 miliar dolar AS, dalam sumber daya air, dan portofolio terkait laut lainnya lebih dari 4 miliar dolar AS. Termasuk dana-dana yang diinvestasikan dalam proyek di Filipina dan Indonesia, yang bertujuan untuk mengurangi polusi laut.

“Kami senang dengan beragam investor, yang telah membeli seri obligasi kami, dan menghargai komitmen semua pemangku kepentingan, untuk pendekatan baru guna memastikan pengelolaan yang lebih baik dari sumber daya air dan laut segar kami,” kata Arunma Oteh, Wakil Presiden dan Bendahara Bank Dunia.

Bank Dunia, melalui Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pengembangannya (IBRD), telah berhasil mengumpulkan 660 juta dolar AS melalui Obligasi Pembangunan Berkelanjutan. Keberadaana, untuk membantu lembaga keuangan pembangunan, guna mencapai tujuan yang lebih luas, dan telah ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 14 dan 6.

“Kami senang, para investor berkomitmen untuk meningkatkan akses ke air bersih, dan melindungi kesehatan lautan kami, yang keduanya sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi, mata pencaharian, dan masa depan planet kita yang berkelanjutan,” kata Laura Tuck, Wakil Presiden Pembangunan Berkelanjutan di Bank Dunia.

Bank Dunia, telah menginvestasikan 550 juta dolar AS dalam bebagai proyek, untuk mengurangi pencemaran laut di Filipina dan Indonesia. Para pejabat Bank Dunia mengatakan, investasi dalam meningkatkan sektor ekonomi biru, difokuskan untuk membantu negara-negara, mempercepat upaya membantu masyarakat pesisir mengatasi garis pantai yang menyusut.

Termasuk dalam upaya meningkatkan pengelolaan perikanan dan persediaan ikan. Para pemimpin yang menghadiri konferensi selama tiga hari tersebut, telah memfokuskan diskusi mereka, pada kebutuhan untuk membantu masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, menangani pencemaran air, sumber daya air pemanenan dan investasi teknologi pintar, untuk membuat industri beroperasi di laut menjadi lebih menguntungkan.

Konferensi ekonomi biru, difokuskan pada pembangunan kapasitas pelabuhan, fasilitas pengiriman dan keselamatan kelautan, yang memerlukan masukan dari pemerintah dan investor, termasuk sektor swasta untuk berkembang. Menurut Bank Dunia, menjadi lebih menantang untuk mempertahankan fokus pada sumber air bersih dan air asin, yang mengharuskan sektor swasta maupun pemerintah, terlibat dalam pengembangan solusi keuangan yang inovatif. (Ant)

Lihat juga...