Bank Indonesia Gelar Tukar Uang Lusuh di Pulau Terdepan

127

LETTI – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar penukaran uang di Kecamatan Pulau Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, yang merupakan pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Pantauan Selasa (6/11), ratusan masyarakat di pulau terdepan itu memadati lokasi proses penukaran uang lusuh atau tak layak edar yang dijaga langsung oleh sejumlah personel TNI AL bersenjata lengkap.

Ketua Tim Ekspedisi Kas Keliling Pulau-Pulau Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), Bonaryadi mengatakan, bahwa sampai dengan hari kelima ekspedisi kas keliling itu, semuanya berjalan dengan baik.

“Kami bersyukur karena sampai dengan hari kelima ekspedisi semuanya berjalan dengan baik, dan sampai hari ini kami kembali melakukan penukaran uang, sosialisasi, dan pengobatan gratis lagi,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena antusiasme masyarakat di pulau Letti sangat tinggi, dibandingkan dengan di Kota Saumlaki di Pulau Jamdena yang dilakukan pada Minggu (4/11).

“Masyarakat lebih banyak berada di rumah, karena hari ibadah, sehingga kami lakukan penukaran uang dengan cara langsung ke pasar-pasar,” tuturnya.

Ia bersyukur karena kurang lebih Rp100 jutaan berhasil ditukarkan, ditambah lagi dengan adanya permintaan dari sejumlah bank daerah di Pulau Saumlaki sehingga totalnya bisa mencapai Rp500 jutaan.

Sementara jika ditotal semenjak dilaksanakannya penukaran dari Pulau Kesui, Pulau Tual, serta Jamdena, kurang lebih total penukaran mencapai Rp900-an juta dari total modal yang siapkan mencapai Rp7,3 miliaran.

Anton warga di Desa Tutukei mengaku, sangat terbantu dengan proses penukaran yang dilakukan di pulau itu mengingat dirinya sangat memerlukan uang pecahan rupiah baru di daerah itu.

“Kami selama ini jika tidak ada penukaran uang seperti ini, kami harus berlayar dulu ke Ambon atau ke Kupang untuk penukaran uang pecahan rupiah. Ini membutuhkan waktu lama dan harus ada biaya yang dikeluarkan,” tuturnya.

Ia mengaku sebagai pengusaha sembako, ia membutuhkan uang yang pecahan rupiah yang sangat banyak dan baru. Oleh karena itu pada kesempatan itu ia membawa uang lusuh sebanyak Rp50 juta untuk ditukarkan.

Ia pun berharap agar kegiatan penukaran itu tetap dilakukan setidaknya dua atau tiga bulan sekali, sehingga uang baru dan layak pakai terus beredar di sini. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...