Banyak Kendaraan Kelebihan Tonase Melintas, Janlinsum Rusak  

Editor: Mahadeva WS

146

LAMPUNG – Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan seperti yang terlihat di Jembatan Way Pisang, yang berada di perbatasan Kecamatan Panengahan dan Bakauheni, diakibatkan oleh kelebihan tonase kendaraan yang melintas. Langkah perbaikan terus dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN).

Kasmir, penanggungjawab dan pengawas pengerjaan Jalinsum dari Satker P2JN, Kementerian PUPR menyebut, saat ini sedang dilakukan perbaikan di sejumlah titik kerusakan. Perbaikan dilakukan mulai dari kilometer (Km) 0 Bakauheni, menuju Km 81 Panjang Bandarlampung.

Perbaikan yang dilakukan, bagian dari pemeliharaan rutin oleh Satker P2JN. “Pada tahap pertama, sudah dilakukan perbaikan dengan penebalan badan jalan, bahu jalan hingga pembuatan marka jalan. Kini fokus perbaikan dilakukan pada ruas jalan bergelombang dan berlubang,” ungkap Kasmir, saat ditemui Cendana News, Kamis (8/11/2018).

Jembatan Way Pisang dengan aspal mengelupas dan berlubang diperbaiki untuk memberi kenyamanan pengguna jalan – Foto Henk Widi

Perbaikan dilakukan dengan menyisir titik-titik kerusakan, dimulai dari  pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan. Pada tahap pertama, tim melakukan pemetaan. Secara keseluruhan, dari 81 kilometer jalan yang dipantau, kerusakan tidak mencapai 5 kilometer, namun posisinya tersebar di sejumlah titik.

Setelah pemetaan, dilakukan pembongkaran pada titik jalan yang rusak. Kemudian dilakukan penggantian dengan aspal hotmix baru. Selain di Jalinsum, kerusakan juga terjadi di aspal jembatan seperti jembatan Way Pisang dan jembatan Way Kuripan. “Kerusakan aspal di atas jembatan segera diperbaiki karena hanya lapisan aspal yang rusak bukan pada lantai jembatan,” beber Kasmir.

Dari catatan Kasmir, jumlah titik kerusakan jalan saat ini berkurang jika dibandingkan kondisi sebelumnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah, difungsikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), mulai dari pelabuhan Bakauheni menuju ke gerbang tol Bakauheni Selatan sepanjang sembilan kilometer. Operasional JTTS, mengurangi beban Jalinsum. Semenjak JTTS Bakauheni-Terbanggibesar dioperasikan, kerusakan jalan nasional bisa diminimalisir, karena dilintasi kendaraan dengan tonase ringan.

Perbaikan yang dilakukan juga dengan mengganti aspal dengan jalan rigid beton. Selain perbaikan, dilakukan pelebaran jalan dengan membuat bahu kanan dan kiri jalan, selebar tiga meter, yang bisa dipergunakan kendaraan roda dua. Perbaikan jalan tersebut didukung upaya perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Keberadaan lampu, memberi kenyamanan pengendara saat melintas pada malam hari.

Hamdani, salah satu pengemudi kendaraan ekspedisi asal Palembang tujuan Jakarta menyebut, kondisi jalan mulus membantu kelancaran distribusi. Kerusakan ruas Jalinsum, dari pengamatannya, masih terjadi di wilayah Tulangbawang Barat, Menggala dan perbatasan dengan Sumatera Selatan.

Baca Juga
Lihat juga...