Basarnas Pantau Pencarian Kotak Hitam JT 610

172
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bambang Suryo Aji - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bambang Suryo Aji, mengatakan, Basarnas tetap memantau operasi pencarian bagian dari kotak hitam Lion Air JT 610, yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Bila KNKT memerlukan penyelam, Basarnas siap membantu melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dan Bandung,” kata Bambang, Senin (12/11/2018).

Bambang mengatakan, tugas Basarnas adalah mencari, dan mengevakuasi korban, bukan yang lain. Bila dalam pencarian dan evakuasi korban ditemukan bagian-bagian pesawat, maka tim tetap akan mengangkatnya.

Meskipun pencarian korban telah dihentikan secara terpusat, kemungkinan KNKT tetap melakukan upaya pencarian bagian dari kotak hitam yang belum ditemukan. Yang belum ditemukan adalah perekam percakapan kokpit (CVR). Sebelumnya, tim pencarian dan pertolongan gabungan telah menemukan perekam data penerbangan (FDR).

Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi, telah menyatakan, pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dihentikan secara terpusat, pada Sabtu (10/11/2018) pukul 13.30 WIB. Proses pencarian telah dilakukan selama 13 hari, dan tim pencarian dan pertolongan gabungan telah menemukan 196 kantong jenazah. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...