Bekasi Antisipasi Banjir Kiriman dan Luapan Kali Ciliwung

Editor: Koko Triarko

161
Edi Sukamto, Kepala Rehabilitas Rekonstruksi BPPD Kota Bekasi -Foto: M Amin
BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Bekasi, menyebut ada 71 titik lokasi rawan banjir dengan entitas tertentu di kota itu. Data tersebut diambil saat musim penghujan tahun lalu.
“Saat ini, sudah memasuki musim penghujan di Kota Bekasi, BPBD sudah melakukan siaga di beberapa titik rawan banjir,” kata Edi Sukamto, Kepala Rehabilitas Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, Senin (5/11/2018).
Dikatakan, titik banjir di Kota Bekasi meliputi kompleks IKIP, Nasio, Bekasi Utara Daerah Pejuang, belakang Giant. Kawasan itu memang menjadi lokasi langganan banjir.
“Kapasitas banjir mulai dari 60 centimeter, bahkan di komplek IKIP bisa dua meter,” tandas Sukamto.
Menurutnya, antisipasi sudah dilakukan oleh masyarakat atau pun pemkot, dengan membangun beberapa folder penampung air di lingkungan yang rawan banjir. Untuk itu, diprediksi titik banjir tahun ini akan berkurang dari tahun sebelumnya.
Namun demikian, sambungnya, BPBD Kota Bekasi tetap melakukan antisipasi dengan menyiagakan 40 personel dari PHL, dan dari BPBD Kota Bekasi 10 orang, untuk menghadapi musim hujan.
“BPBD Kota Bekasi menyiagakan setidaknya  50 personel antisipasi banjir, bersamaan dengan mulainya musim penghujan di Kota Bekasi,” tegas Sukamto.
Sukamto juga mengaku sudah mempersiapkan logistik, dari pengadaan APBD bagi korban bencana, jika terjadi. Logistik yang disiapkan meliputi makanan instan, susu bayi, popok dan lainnya.
Dia mengatakan, untuk posko bencana masih terpusat di Pusdal Ops perkantoran Pemkot Bekasi. Untuk peralatan, BPBD Kota Bekasi juga telah mempersiapkan perahu mesin dan perahu dayung sebanyak 7 unit. Begitu pun tenda, meskipun masih kekurangan.
“BPBD Kota Bekasi masih kekurangan kalau untuk peralatan. Tetapi, kita akan koordinasikan dengan instansi lain yang memiliki peralatan tentang evaluasi bencana,”paparnya.
Dalam kesempatan itu, Sukamto menyebut, banjir di Bekasi ada dua sebab, yakni banjir kiriman dari Bogor dan dari luapan Kali Ciliwung.  “Kalau Kabupaten Bogor hujan deras, maka Bekasi kena imbasnya. Kemudian banjir lokal biasanya dari Kali Ciiliwung,” pungkas Sukamto.
Baca Juga
Lihat juga...