Berusia Setengah Abad, Lex Nederlof Pebalap Tertua di Tour de Singkarak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

134

BUKITTINGGI — Di balapan MotoGP ada sosok Valentino Rossi yang masih konsisten meski usia tidak muda lagi. Keberadaannya membuat masyarakat di dunia ini bersemangat menyaksikan balapan. Bahkan poster dan nomor motor 46 menjadi tren tersendiri. 

Begitu juga di gelaran balap sepeda internasional Tour de Singkarak yang kini sudah memasuki tahun ke-10 di Sumatera Barat. Ada sosok yang bisa disandingkan dengan sosok Valentino Rossi, yakni Lex Nederlof pria kelahiran 1966 yang berasal dari Belanda.

Lex Nederlof sebenarnya pebalap yang sudah tidak asing lagi bagi Tour de Singkarak dan juga masyarakat di Minangkabau. Pria yang memiliki nama lengkap Leendert Arie Nederlof ini, sudah tidak muda lagi, di 2018, ia sudah mengukir usia melampaui setengah abad atau 52 tahun.

Pria yang dikenal dengan spesialis sprinters dari Nex CCN Team Laos, telah menjadi peserta Tour de Singkarak sejak tahun 2011 lalu. Baginya, Tour de Singkarak bukanlah hal baru, mulai dari rutenya, keindahan alamnya, dan juga masyarakatnya.

“Soal jalan di Sumatera Barat ini mungkin saya yang lebih tahu dari masyarakat di daerah ini. Karena ini tahun ke-7 saya di Tour de Singkarak,” candanya, Jumat (9/11/2018).

Nederlof dikenal sosok yang menyenangkan bagi masyarakat di Sumatera Barat. Hampir di setiap kedatangan di berbagai daerah dalam rute yang ditempuh, ia tidak pernah menolak jika ada yang meminta berfoto. Hal ini dikarenakan masyarakat di Sumatera Barat, adalah keluarganya.

Menurutnya, setiap timnya menerima undangan dari penyelenggara, ia merasa ada panggilan untuk pulang kampung. Saking seringnya ia datang, rasa rindu dengan alam, masakan, keramahan masyarakat, dan keindahan desanya, melekat di ingatannya.

“Saya berkeinginan sekali membawa keluarga. Mungkin usai Tour de Singkarak 2018 ini selesai, saya bicarakan dengan tim saya, bagaimana kalau berlibur dulu, sebelum kembali ke negara asal. Karena saya benar-benar ingin merasakan dan mengenal lebih luas lagi tentang Sumatera Barat,” ujarnya.

Baginya, menjadi peserta Tour de Singkarak dengan usia yang tidak muda lagi, soal kemenangan tidak lagi menjadi tujuan utamanya. Karena ia sadar, banyak usia-usia muda yang memiliki tenaga lebih baik darinya. Setidaknya, kehadiran Nederlof mampu memotivasi para pebalap lainnya.

“Kemenangan memang bukan menjadi incaran saya. Tapi dalam balapan ini saya konsisten dan bertekat menuntaskan seluruh etape,” tegasnya.

Ia menceritakan, keikutsertaan dirinya dalam berbagai balap sepeda, selain ingin memotivasi para pebalap usia muda, baginya bersepeda adalah hobi.

Ia sudah mengendarai sejak usia anak-anak. Tidak hanya sebuah alat untuk balapan, tapi dalam kesehariannya juga menggunakan sepeda.

Nederlof tidak hanya ikut pada balap sepeda Tour de Singkarak. Ia juga telah mengikuti balap sepeda di berbagai gelaran di Indonesia seperti Tour de East Java dan Tour de Banyuwangi Ijen serta sejumlah tur di Asia Tenggara.

Prestasi yang berhasil dicatat oleh Leendert Arie Nederlof adalah ketika menjuarai Melaka Governor’s Cup di Malaysia 2013. Bahkan di tahun depan akan menjadi musim ke-40 bagi Nederlof sebagai pebalap sepeda berlisensi dari UCL.

Baca Juga
Lihat juga...