BNN Tembak Gembong Besar Narkoba di Aceh

176
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol. Arman Depari - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak seorang gembong besar narkoba, atas nama Burhanuddin, di Aceh, Rabu (7/11/2018). Burhanuddin masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), kasus yang melibatkan tersangka oknum anggota DPRD Langkat bernama Ibrahim alias Hongkong.

“BNN telah melakukan tindakan tegas terhadap tersangka yang termasuk DPO dalam kasus Ibrahim alias Hongkong, dengan TKP Gempong Pintu, Aceh Besar,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Kamis (8/11/2018).

Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim, yang ditangkap oleh BNN pada Agustus lalu. Penangkapan di Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Surat DPO atas nama Burhanuddin, dikeluarkan oleh BNN dengan nomor DPO/05-P2/VIII/2018/BNN pada 24 agust 2018. “Pada saat ditangkap, Burhanudin berusaha melarikan diri dan melawan petugas, kemudian petugas berusaha melumpuhkan dengan memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan,” ungkap Arman.

Petugas beralih mengarahkan tembakan ke bagian tubuh. “Setelah tertembak, diberi pertolongan dan dibawa ke rumah sakit. Namun yang bersangkutan dinyatakan meninggal, saat ini masih dalam pengembangan untuk mencari barang bukti,” kata Arman.

Tersangka Ibrahim alias Hongkong, adalah oknum anggota DPRD yang ditangkap dengan barang bukti tiga karung goni sabu, dan 30 ribu butir ekstasi. Paket dibawa dengan karung berlogo daun berwarna biru dari Malaysia. Ibrahim ditangkap dalam Operasi Gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL Langsa, merespon informasi adanya Peredaran Gelap Narkotika di wilayah Pangkalan Susu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...