BPBD Sediakan Perahu Karet Atasi Terputusnya Jembatan Balley

121
Perahu karet, ilustrasi -Dok: CDN
MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, menyediakan satu unit peraku karet penyeberangan untuk mengangkut warga Desa, karena jembatan Balley yang menghubungkan Desa Laru Lembang – Desa Panjaringan, di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandaling Natal, Provinsi Sumatra Utara, terputus.
“Perahu karet itu sangat diperlukan sebagai alat transportasi para pelajar, guru, dan warga dari Desa Laru Lembang menuju Desa Panjaringan, setelah jembatan Balleyterputus akibat arus Sungai Batang Gadis,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, Muhammad Yasir Nasution, dihubungi dari Medan, Rabu (7/11/2018).
Menurut dia, jika perahu karet tersebut tidak disediakan oleh BPBD, maka warga, pelajar maupun guru terpaksa harus memutar melalui Desa Sipapaga yang jaraknya cukup jauh dan juga melelahkan.
“Kebijakan menyediakan perahu karet itu, sangat membantu warga akibat tidak berfungsinya lagi jembatan penghubung tersebut,” ujar Yasir.
Ia mengatakan, penyediaan perahu karet hanya untuk sementara, sambil menunggu jembatan yang baru selesai dikerjakan kontraktor.
“Bupati Mandailing Natal Dahlan Nasution, telah memerintahkan kontraktor yang mengerjakan jembatan Balley yang baru, untuk secepatnya diselesaikan agar masyarakat bisa menggunakannya,” ucap dia.
Yasir menyebutkan, untuk membantu kelancaran warga yang menggunakan perahu karet itu, BPBD menugaskan tiga personel di lokasi penyeberangan pengganti jembatan yang rusak tersebut.
“Pemkab Mandailing Natal tetap peduli terhadap warga yang mengalami bencana maupun kendala, seperti rusaknya jembatan Balley,” kata Kepala Pelaksana BPBD Mandailing Natal, itu.
Jembatan Balley merupakan penghubung Desa Laru Lombang menuju Desa Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumaatera Utara, hanyut terbawa arus Sungai Batang Gadis, pada Sabtu (3/11).
Hujan cukup deras menyebabkan arus Sungai Batang Gadis yang menjadi deras menghantam jembatan tersebut, yang kemudian roboh dan hanyut itu, juga karena usia jembatan sudah cukup tua.
Kini, petugas BPBD Mandailing Natal, Dinas PUPR, kontraktor yang dibantu warga setempat tengah melakukan pengerjaan jembatan yang rusak itu. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...