Cuaca Tidak Bersahabat, Pengunjung Tidak Bisa Berenang di Minang Rua

Editor: Mahadeva WS

199

LAMPUNG – Kondisi cuaca kurang bersahabat, membuat penjaga pantai objek wisata Minang Rua, melarang pengunjung berenang. Angin barat yang mengarah ke pantai Minang Rua, memicu terjadinga gelombang tinggi.

Subawi,- Foto Henk Widi

Subawi, petugas penjaga pantai menyebut, ombak besar dan angin kencang, mulai dirasakan dua hari terakhir, bertepatan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Larang untuk berenang sudah disosialisasikan melalui baner yang dipasang di sejumlah titik strategis. Kondisi cuaca tersebut, menjadi perhatian pengelola Pantai Minang Rua, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Melalui pengeras suara, petugas menghimbau wisatawan untuk tidak berenang dan menjauhi pantai.

Saat akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat. Tiga petugas penjaga pantai dikerahkan untuk memantau situasi. Para petugas tersebut, sebelumnya mendapat pelatihan dan sertifikasi dari Search And Rescue (SAR). “Personil untuk penjaga pantai selalu siaga saat banyak pengunjung. Kami juga menyediakan sejumlah peralatan keselamatan berupa ban pelampung, tali, serta alat evakuasi, meski kami tidak berharap ada insiden di pantai,” beber Subawi saat ditemui Cendana News, Minggu (11/11/2018).

Meski cuaca kurang bersahabat, Pantai Minang Rua masih tetap ramai dikunjungi. Berdasarkan data, jumlah pengunjung mencapai ratusan orang saat akhir pekan. Spot menarik yang bisa dinikmati adalah, lokasi penangkaran penyu, goa lalay, green canyon, serta pasir putih pantai tersebut. Pada saat cuaca normal dan ombak tenang, pengunjung bisa berenang dan untuk anak-anak harus tetap dengan pengawasan orangtua.

Daya tarik lain dari Pantai Minang Rua adalah, erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pada kondisi cuaca bersahabat, wisatawan bisa melihat aktivitas erupsi gunung berapi yang ada di Selat Sunda tersebut. Pada Minggu (11/11/2018), pengunjung bisa menyaksikan kolom asap dari kepundan GAK, yang ketinggianya mencapai 600-800 meter. Saat kondisi cerah, wisatawan yang menginap di homestay Pantai Minang Rua, bisa melihat lava pijar saat malam hari. “Wisatawan yang menginap di homestay ada yang sengaja memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dari jauh,” ungkap Subawi.

Erni, salah satu pengunjung, mengaku kurang beruntung saat berkunjung ke pantai tersebut. Pada kunjungan sebulan sebelumnya, ia mengaku bisa melihat kondisi pantai yang biru dipadukan dengan pasir putih. Namun saat ini, karena cuaca yang kurang bersahabat, kondisi air laut terlihat kotor berwarna kecoklatan.

Sementara ombak juga terlihat tidak bersahabat, karena cukup besar dan tinggi. Dengan kondisi tersebut, Erni mengajak anaknya melihat anak penyu atau tukik, di lokasi penangkaran yang ada di pantai tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...