Cumi-cumi Woku Tinta, Kuliner Khas Pesisir Pantai Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

177

LAMPUNG – Salah satu makanan khas pesisir pantai Lampung Selatan (Lamsel) yang kaya akan hasil laut di antaranya cumi-cumi woku tinta.

Lena (50), salah satu warga Bakauheni asal Bone Sulawesi Selatan menyebut, makanan hasil laut tersebut kerap diolah menjadi berbagai kuliner khas. Sebagai makanan khas Sulawesi Utara salah satu makanan yang kerap dibuat adalah cumi cumi woku tinta. Karena kerap dimasak menggunakan belanga, kuliner tersebut juga disebut cumi-cumi woku belanga.

Lena menyebut, masakan cumi-cumi woku belanga merupakan salah satu masakan yang dimasak menggunakan belanga. Asal usul kuliner tersebut diakuinya berasal dari daun woka atau woku yang merupakan daun lontar. Kerap digunakan sebagai pembungkus nasi.

Lena menyiapkan bumbu dan bahan pembuatan kuliner cumi-cumi woku tinta – Foto Henk Widi

Namun seiring perkembangan zaman daun lontar yang jarang ditemukan tidak digunakan lagi dan dimasak menggunakan wajan sebagai pengganti belanga.

Ciri khas warna hitam dari tinta cumi-cumi membedakan kuliner ini dengan kuliner khas laut lainnya.

Proses pembuatan cumi cumi woku, diakui Lena, menggunakan bahan baku cumi-cumi segar tangkapan nelayan yang sedang melimpah. Harga cumi-cumi di tempat pelelangan ikan disebut Lena dibeli seharga Rp30.000 per kilogram. Meski di pasar bisa dijual hingga Rp40.000.

Selain bahan baku cumi segar, beberapa bumbu dapur yang disediakan di antaranya daun kemangi, daun jeruk, daun pandan, kunyit ,serai, daun bawang, cabai rawit, jahe dan bawang putih.

“Proses memasaknya menggunakan belanga atau kuali, namun bisa juga menggunakan wajan untuk penumisan bumbu dan bahan cumi hingga matang,” terang Lena, salah satu warga keturunan Sulawesi saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Sabtu (10/11/2018).

Setelah semua bahan disiapkan, daging cumi dibersihkan dengan cara dicuci untuk cumi ukuran kecil. Sementara cumi-cumi ukuran besar bisa dipotong. Seluruh bumbu yang disiapkan bisa dihaluskan dengan cara diblender, diuleg atau menggunakan cara dirajang.

Semua bumbu yang sebagian merupakan bumbu rempah ditumis menggunakan sedikit minyak. Selanjutnya cumi-cumi dicampurkan bersama bumbu hingga empuk dan matang.

Proses memasak cumi-cumi yang matang akan ditandai dengan aroma cumi yang keluar sekaligus warna hitam seperti tinta. Warna tinta cumi-cumi kerap dipertahankan sekaligus sebagai penyedap rasa karena tinta cumi yang tercampur dengan bumbu akan menjadi saus yang lezat.

Penambahan aroma menggunakan daun jeruk serta kemangi membuat aroma masakan cumi-cumi woku menghasilkan aroma harum sekaligus cita rasa yang lezat.

Proses memasak cumi-cumi woku, disebut Lena, dimasak jangan terlalu lama sebab tekstur lembut dari cumi-cumi masih bisa dirasakan. Setelah matang melalui proses pemasakan selama kurang lebih tiga puluh menit, cumi-cumi woku khas pesisir Lampung Selatan siap disajikan.

Sebagai pelengkap penyajian cumi-cumi woku tinta belanga, Lena juga kerap menyediakan sambal dabu-dabu. Sambal dabu-dabu dibuat dengan irisan tomat, cabai merah, bawang merah, penyedap rasa serta kecap manis.

“Selain menu kuliner cumi-cumi woku tinta belanga, keluarga saya juga kerap minta dibuatkan ikan bakar sebagai variasi menikmati makanan olahan laut,” beber Lena.

Opung, penyuka menu cumi cumi woku tinta – Foto Henk Widi

Opung, salah satu penyuka makanan laut terutama cumi-cumi mengaku, menikmati makanan laut dengan berbagai varian. Khusus untuk cumi-cumi woku tinta belanga, cumi-cumi yang sudah matang dicampur dengan segala bumbu rempah supaya menambah selera makan.

Disantap dengan nasi hangat serta sambal, Opung bahkan kerap menyantap bagian kuah tinta yang sudah menjadi saus untuk perangsang makan. Saat makan cumi-cumi woku tinta ia juga kerap menambah nasi, terutama saat menu tersebut disajikan pada waktu makan siang.

Musim tangkapan ikan jenis teri dan cumi-cumi yang melimpah, disebut Opung, membuat masyarakat pesisir pantai mendapatkan cumi dengan harga murah. Pada sejumlah warung makanan khas laut di sepanjang Jalan Lintas Timur, menu cumi-cumi woku tinta belanga kerap disajikan.

Sajian dengan dominan bumbu rempah selain mengenyangkan, diakui Opung, saat musim hujan bisa dipergunakan sebagai makanan penjaga stamina. Terutama ketika tiba pergantian dari musim panas ke musim penghujan.

Baca Juga
Lihat juga...