Curah Hujan di Yogyakarta Masih di Bawah Normal

176
BMKG, ilustrasi - Dok: CDN
YOGYAKARTA – Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Djoko Budiono, mengemukakan curah hujan di sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih di bawah normal.
“Meski telah memasuki musim hujan, namun di dasarian pertama November 2018 ini curah hujan masih kurang atau di bawah normal,” katanya, di Yogyakarta, Rabu (7/11/2.
Menurutnya, selama dasarian (10 hari) pertama November 2018, curah hujan seluruh wilayah Yogyakarta masih berkisar 10 hingga 50 milimeter (mm).
“Khusus untuk wilayah Gunung Kidul, curah hujan malah di bawah kisaran itu, yaitu 10 hingga 20 milimeter per dasarian,” ujar dia.
Ia menambahkan, berdasarkan analisa dinamika atmosfer laut dan analisa statistik data histori curah hujan, musim hujan pada tahun ini memang mengalami kemunduran dan pada awal musim hujan, curah hujannya di bawah normal.
“Dalam kondisi normal, curah hujan saat memasuki musim hujan rata-rata mencapai 150 hingga 200 milimeter per bulan. Untuk November ini hanya berkisar 100-150 milimeter per bulan,” kata dia.
Menurut dia, curah hujan yang masih di bawah rata-rata siklus normal itu, dipengaruhi masih adanya El Nino lemah.
Pada dasarian (10 hari) pertama November, musim hujan terjadi paling awal di Sleman bagian Utara, dilanjutkan Sleman bagian Barat, Kulon Progo bagian Utara dan Kulon Progo bagian Barat.
Sedangkan paling akhir terjadi pada dasarian ketiga November yang meliputi Gunung Kidul bagian Selatan, dan Bantul bagian Timur.
Meksi demikian, Djoko mengingatkan masyarakat Yogyakarta tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang pancaroba.
“Masyarakat agar tetap mempersiapkan diri, guna memasuki awal musim hujan serta mengantisipasi ketersediaan air yang masih kurang, terutama di dasarian pertama ini,” kata dia. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...