Dedikasi Mbah Warno, Kenalkan Dunia Dalang pada Generasi Muda

Editor: Satmoko Budi Santoso

186

MALANG – Usianya memang sudah lebih dari setengah abad, namun kecintaannya terhadap kesenian dan budaya asli Indonesia tidak perlu diragukan lagi, khususnya kecintaan terhadap kesenian Jawa. Mendalang, memainkan alat-alat karawitan hingga menembang Jawa, menjadi keahliannya yang sudah dipelajari sejak lama.

Adalah Denis Suwarno yang juga akrab disapa Mbah Warno, pria kelahiran 1957 tersebut, kini tengah fokus menularkan kecintaannya pada kesenian budaya Jawa kepada generasi muda.

Diceritakan Mbah Warno, meskipun sebagai seorang seniman pemusik kendang, pada tahun 1990 dirinya juga pernah mengikuti kursus mendalang yang digelar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi).

“Waktu itu saya kursus dalang tapi bukan untuk jadi dalang. Melainkan hanya untuk memahami dunia pentas pedalangan itu seperti apa, sehingga saya bisa memiliki kemampuan mengiringi dalang dalam pementasan wayang,” ujarnya, Minggu (11/11/2018).

Usai dari mengikuti kursus pendalangan tersebut, ternyata banyak yang meminta agar Mbah Warno mengajarkan mendalang, khususnya kepada anak-anak. Tanpa berpikir panjang, karena kecintaannya kepada kesenian, Mbah Warno pun akhirnya menularkan ilmu mendalang kepada anak-anak hingga sekarang.

“Mereka yang saya ajarkan mendalang mulai usia PAUD hingga mahasiswa,” sebutnya. Tidak hanya mendalang, mereka juga diajar bermain karawitan maupun sinden tembang Jawa.

Menurutnya, jika dihitung-hitung, sudah puluhan anak yang diajari mendalang bahkan ada yang menjadi pendalang terkenal. Walaupun memang tidak semua dari mereka pada akhirnya menjadi pendalang profesional.

“Saya memang tidak mengharuskan mereka untuk menjadi dalang, tapi minimal mereka mengenal budayanya sendiri. Tapi nanti ketika mereka punya panggilan untuk menjadi dalang ya saya bersyukur. Karena dengan demikian mereka akan tahu dirinya sendiri itu siapa,” katanya.

Pada setiap tahun, setidaknya ada 3-4 orang anak yang mau belajar mendalang dari dirinya. Saat ini, sedikitnya ada sekitar 15 pendalang cilik yang rutin belajar mendalang dengannya.

Mbah Warno dalam menularkan ilmu mendalang tersebut tidak pernah mematok tarif bahkan tak jarang digratiskan, khususnya bagi mereka yang tidak mampu. Mereka dilatih Mbah Warno setiap hari Jumat di Dewan Kesenian Malang.

“Harapan Mbah Warno ke depan, para orang tua mampu membimbing anak-anak mereka untuk menjadi orang yang mengerti dan cinta dengan budaya sendiri. Karena banyak orang dan banyak negara yang tidak mengerti budayanya sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...