Desember, Korban Gempa-Likuefaksi Petobo Tempati Huntara

222
Rumah rusak karena gempa, tsunami dan likuefaksi di Sigi Sulawesi Tengah - Dokumentasi CDN

PALU – Korban gempa dan likuefaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, akan segera menempati hunian sementara (huntara) pada Desember 2018.

“Pertengahan Desember 2018 sudah serah terima hunian sementara,” ucap Project Manager Pembangunan Huntara, PT Wijaya Karya (Wika), Prasetyo, di Palu, Minggu (11/11/2018).

Pembangunan huntara dilakukan oleh beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negera (BUMN). Sebagian, proses pembangunannya telah mencapai 35 persen lebih. Pembangunan huntara yang dilakukan PT Wika, telah mencapai 39,5 persen. Huntara tersebut didirikan di jalan yang menghubungkan Kelurahan Petobo dan Kelurahan Kawatuna, atau di sebelah timur lokasi terdampak likuefaksi, di dekat perbatasan antara Kelurahan Petobo dengan Desa Ngatabaru Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

Terdapat 108 huntara yang dibangun di lokasi tersebut. Satu unit huntara terdapat 12 bilik. Karena itu total huntara yang dibangun berdasarkan jumlah bilik ada 1.296 bilik. “Luas setiap bilik yang dibangun 3,6 meter kali 4 meter. Satu bilik untuk satu kepala keluarga,” jelas Prasetyo.

Huntara yang dibangu, didesain dengan daya tahan kurang lebih dua tahun. Setiap unit huntara dilengkapi dengan empat kamar kecil, kemudian meja dapur umum, dan tempat mencuci bersama-sama. “Kami PT Wika menangani 14 unit huntara dari jumlah total 108 huntara,” tambahnya.

Pembangun huntara di lokasi tersebut, baru dilakukan untuk korban bencana. Belum disertai dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial. Data Kelurahan Petobo menyebut, terdapat 2.300 jiwa dari 579 Kepala Keluarga, yang mengungsi atau terdampak likuefaksi. Sementara, jumlah keseluruhan warga Petobo kurang lebih 13.000 jiwa dari 579 kepala keluarga.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, telah meninjau pembangunan huntara untuk korban gempa dan likuifaksi di Petobo, Minggu (11/11/2018) Siang. Wakil Presiden didampingi sejumlah pejabat negara antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...