Dinas Kesehatan NTT Harus Siapkan Tenaga Kesehatan Jiwa

Editor: Satmoko Budi Santoso

153

MAUMERE – Dinas Kesehatan yang ada di setiap kabupaten di Pulau Flores dan Lembata termasuk Dinas Kesehatan NTT berkewajiban memberikan pelatihan kepada dokter umum dan tenaga perawat agar bisa memberikan pelayanan kepada pasien yang memiliki gangguan kejiwaan.

“Intinya Dinas Kesehatan, baik kabupaten dan provinsi serta Kementerian Kesehatan RI harus menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi dokter umum agar profesional melayani pasien gangguan jiwa,” sebut Pater Avent Saur, SVD, pendiri sekaligus Ketua Kelompok Kasih Insani (KKI), Jumat (9/11/2018).

Pater Avent yang dengan kelompoknya selalu setia mendampingi dan merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menyebutkan, selain dokter, tenaga perawat yang khusus menerima tugas sebagai pengelola kesehatan jiwa di Puskesmas juga harus diberikan pelatihan.

Pater Avent Saur, SVD, pendiri Kelompok Kasih Insani (KKI) yang selalu menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Ende dan Sikka. Foto: Ebed de Rosary

“Kendala utamanya bukan soal kepedulian tetapi soal tenaga kesehatan belum disiapkan. Jadi meskipun ada kritik terus, tetapi tidak akan direspon, sejauh pelatihan bagi tenaga kesehatan belum dilakukan,” tuturnya.

Tidak semua kabupaten di Flores dan Lembata kata, Pater Avent, pelayanan kesehatan jiwanya berjalan. Tidak semua Puskesmas di setiap kabupaten menyediakan obat untuk pasien gangguan jiwa serta tidak semua Puskemas yang sebetulnya sudah ada struktur pengelolaan kesehatan jiwa, menjalankan tugasnya.

“Kabupaten yang baik yakni Sikka dan Ende, sementara kabupaten lain masih satu dua saja Puskesmasnya yang memberikan pelayanan bagi pasien gangguan jiwa,” ungkapnya.

Menyiapkan rumah sakit jiwa, bagi Pater Avent, tidak mendesak dilakukan. Sebab yang paling penting menyiapkan tenaga kesehatan jiwa di Puskesmas terlebih dahulu.

“Yang kedua, menyiapkan psikiater di rumah sakit yang ada poliklinik kejiwaan. Psikiater di NTT saja cuma ada 4 orang. Sementara di Flores hanya ada satu orang saja, di RSUD TC Hillers Maumere,” bebernya.

Pater Avent juga berpesan agar tenaga kesehatan meningkatkan intensitas pelayanan dan SDM tenaga kesehatan jiwa. Data dari KKI, jumlah ODGJ di Flores mencapai 3 ribu orang. Tetapi ke depan, kalau setiap kabupaten sudah bagus pelayanannya, maka jumlah tenaga kesehatan jiwa juga akan meningkat.

“Di Ende saja, ada 600-an orang. Sementara di Sikka ada 580 orang. Jadi, kalau setiap kabupaten dan kota terdapat 500 orang saja, maka di 22 kabupaten dan kota di NTT jumlah ODGJ bisa mencapai 10 ribu jiwa,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dr. Harlin Hutauruk, menjelaskan, dari jumlah Puskesmas sebanyak 25 Puskesmas yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. Sebagian besar belum memiliki tenaga kesehatan jiwa.

“Tenaga kesehatan jiwa yang ada di Sikka dan telah mengikuti pelatihan hanya 12 orang saja. Untuk itu, ke depan, Dinas Kesehatan berencana memberikan pelatihan lagi sehingga semua Puskesmas bisa memiliki tenaga kesehatan jiwa,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...