Dinkes Lamsel Sosialisasi Hidup Sehat ke Sekolah

Editor: Koko Triarko

168
LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, melalui Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Rawat Inap Penengahan, terus melakukan sosialisasi pola hidup sehat ke sejumlah sekolah.
Sosialisasi melibatkan tim terpadu, di antaranya pelaksana program promosi kesehatan (Promkes), program pola hidup bersih dan sehat (PHBS), usaha kesehatan sekolah (UKS), kesehatan lingkungan, gizi, kebersihan mulut dan gigi serta program penanggulangan penyakit tidak menular (PTM).
Bidan Emalia, Pelaksana program Promkes, saat mendampingi Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Syaiful Anwar, menyebut program menyasar sejumlah sekolah di wilayah kecamatan Penengahan.
Sesuai data, katanya, sekolah yang dikunjungi dan mendapatkan sosialisasi dengan materi umum penerapan hidup sehat bagi siswa dan guru, yakni 30 Sekolah Dasar (SD), 7 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 5 Sekolah Menengah Atas (SMA) di s22 desa yang ada di Kecamatan Penengahan.
Kunjungan untuk meningkatkan derajat kesehatan sejak dini dimulai dari lingkungan sekolah dilakukan pada tahun ajaran 2018/2019. Jadwal pelaksanaan sosialisasi ke sejumlah sekolah sudah diedarkan, sehingga setiap siswa dan guru bisa melakukan persiapan.
Petugas dari Puskesmas Rawat Inap Penengahan melakukan pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi -Foto: Henk Widi
Sosialisasi Dinkes Lamsel melalui UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan, menjadi program rutin agar kesadaran masyarakat melalui dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari bisa ditingkatkan. Salah satunya di MI Nurul Hidayah, Desa Padan,Kecamatan Penengahan.
“Melalui kegiatan terpadu melibatkan perawat, bidan sebagai pemegang pelaksana program, kami bersinergi memberikan penyuluhan ke sekolah pada siswa, termasuk guru untuk meningkatkan derajat kesehatan diri dan lingkungan,” terang Bidan Emalia, Jumat (9/11/2018).
Kegiatan yang juga dikenal sebagai usaha kesehatan sekolah terpadu tersebut, menyasar siswa sekolah yang memasuki masa pertumbuhan.
Beberapa materi penyuluhan yang diberikan, di antaranya pelaksanaan pola hidup bersih dan sehat, pelayanan kesehatan peduli remaha, surveilance, pemeriksaan lingkungan sekolah, pemeriksaan makanan dan minuman, pemeriksaan mulut dan gigi, pemeriksaan garam beryodium.
Sejumlah siswa di kelas dasar juga mendapat pemeriksaan lingkat perut, tinggi badan serta berat badan.
Emalia mengatakan, petugas penyuluhan memiliki tugas berbeda menyesuaikan jenjang kelas. Pada kelas kecil, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dengan anjuran untuk rutin menyikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur.
Para siswa kelas 1 hingga kelas 3, diminta membawa sikat gigi dan pasta gigi, untuk memperoleh penyuluhan tentang tata cara menggosok gigi yang baik dan benar.
Siswa yang membawa garam dapur juga mendapat penyuluhan dari Bidan Ani Sukartinah, yang menerangkan pentingnya penggunaan garam beryodium.
Menurut Emalia, bagi siswa kelas 4 hingga kelas 6, tim pelaksana program Promkes dan PHBS melakukan penyuluhan dengan teknik audio visual. Teknik penyuluhan dengan materi manfaat PHBS di sekolah mempergunakan proyektor serta gambar-gambar, untuk memudahkan pemahaman siswa.
Manfaat PHBS di lingkungan sekolah, kata Bidan Emalia, di antaranya terciptanya sekolah yang bersih dan sehat, sehingga masyarakat terlindungi dari berbagai gangguan kesehatan dan ancaman penyakit.
“Penggunaan audio visual berupa slide, bahkan pemutaran film animasi memudahkan anak mencerna materi yang disampaikan dan lebih mudah diingat,” bebernya.
Pelaksana program gizi, Bidan Ani Sukartinah, yang memberikan materi gizi memberi pemahaman kepada siswa, agar di rumah menggunakan garam beryodium.
Ia juga menegaskan, agar siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah tidak jajan sembarangan, terutama makanan dan minuman yang bisa membahayakan kesehatan.
Bidan Emalia, Pelaksana Program Promosi Kesehatan Puskemas Rawat Inap Penengahan -Foto: Henk Widi
Upaya pihak Puskesmas juga dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ke sejumlah kantin sekolah, agar pemilik kantin bisa menjual makanan sehat dan bergizi.
Pemberian obat cacing bagi siswa juga langsung diserahkan kepada Siti Nurjanah, selaku Kepala Sekolah MI Nurul Hidayah untuk dibagikan kepada siswa.
“Imbauan kepada siswa penting, menghindari gangguan kesehatan dan pemilik kantin sekolah harus selalu menutup makanan yang mudah dihinggapi lalat penyebar penyakit,“ beber Ani Sukartinah.
Selain penyuluhan terkait kesehatan siswa, upaya peningkatan kesehatan tenaga didik atau guru juga dilakukan oleh Puskesmas Penengahan.
Komariah, selaku perawat pelaksana program penanggulangan penyakit tidak menular, menyebut penyuluhan ke sejumlah sekolah di 22 desa di kecamatan Penengahan, terkait penyakit tidak menular akibat pola makan tidak seimbang yang kerap menyerang orang dewasa.
“Penyuluhan sekaligus pemeriksaan kesehatan kepada guru dilakukan, agar bisa menjaga pola hidup sehat dan bisa mengajar siswa tanpa ada gangguan penyakit,” terang Komariah.
Sejumlah pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular yang dilakukan, jelas Komariah, di antaranya gula darah, kolesterol, lingkar perut, dan tensi darah.
Menggunakan alat khusus pemeriksaan darah, sejumlah guru MI Nurul Hidayah yang memiliki kadar gula dan kolesterol tinggi diminta menjaga pola makan, yang memang harus diperhatikan karena penyakit tidak menular masih menjadi gangguan kesehatan paling besar, sekaligus biang segala penyakit lainnya.
Baca Juga
Lihat juga...