DKI Lanjutkan Pembangunan Tanggul Sunter

Editor: Mahadeva WS

154
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Foto: Dok. CDN

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melanjutkan program antisipasi banjir di wilayah Cipinang Melayu. Pembangunan tanggul air Sunter untuk menangkal banjir langganan dilanjutkan.

Potensi banjir akan terjadi, ketika puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2019. Saat ini Pemprov DKI Jakarta, sudah memasang turap untuk menahan air Kali Sunter. Pembangunan tanggul di kawasan tersebut, sempat terhenti di 2014. “Warga di sana meminta agar tanggul diteruskan, karena tanggulnya saparuh, kalau airnya besar maka luber, ya, kena warga,” kata Gubernur DKI Anies Baswedan, Kamis (8/11/2018).

Turap, hanya bersifat untuk sementara. Oleh karenanya, tahun depan, turap bakal diganti dengan tanggul. “Bismillah, mudah-mudahan tidak banjir lagi. Jadi kita berharap itu disiapkan, paling tidak tanggul awalnya, sampai kita eksekusi tanggul berikutnya,” tandasnya.

Untuk jangka pendek, menyiasati puncak musim hujan yang akan datang sebentar lagi, DKI akan membangun tanggul temporer di wilayah tersebut.

Rabu (7/11/2018) malam, Anies Baswedan mengunjungi RT 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan langganan banjir. Anies datang sekira pukul 19.00 WIB, dengan menggunakan seragam putih.

Anies datang didampingi Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar. Tercatat, banjir kembali melanda kawasan tersebut di Februari 2017. Saat itu, 165 Kepala Keluarga (KK), dengan total 465 warga, harus mengungsi di masjid Universitas Borobudur.

Mantan Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, mengatakan, tanggul Kali Sunter kurang panjang.  Masih membutuhkan sekira dua kilometer lagi. Akibat kekurangan tanggul tersebut, setiap hujan deras dan debit air meninggi, wilayah Cipinang Melayu terendam banjir.

Baca Juga
Lihat juga...