Dokter Harus Tangani Pasien Dengan Ikhlas

Editor: Mahadeva WS

306

BEKASI – Oknum Dokter Umum di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Anna Medika, Bekasi Utara, bernama Habibi, berlaku kasar kepada pasien. Perselisihan dokter dan pasien tersebut terjadi, setelah pasien mengeluhkan kondisi infus yang sudah habis dan tidak diganti.

Tetapi pertanyaan dari pasien tersebut, bukannya mendapat pelayanan baik dari dokter. Oknun dokter tersebut malah berlaku kasar kepada pasien. Sang pasien diketahui bernama Diena Amelia, mengaku dimarahi oleh dokter. Hal tersebut memicu terjadinya adu mulut antara pasien dan dokter. “Saya didiagnosa terkena vertigo dan harus menjalani rawat inap. Kamar sudah dipesan suami, dari malam dan telah terkonfirmasi ada kamar. Dan saya di IGD sejak pukul 21.00 WIB, tetapi sampai pagi, masih dibiarkan di ruang IGD,” ungkap Diena, Selasa (6/11/2018).

Menurut Diena, selain masalah infus habis yang tidak diganti. Dirinya mempertanyakan, kenapa sampai pagi masih di rawat di IGD, dan tidak dibawa ke kamar rawat inap yang telah dikonfirmasi sebelumnya.  “Saya tanya kenapa infus nggak di ganti dan kenapa tidak di pindahkan ke kamar rawat inap. Oknun dokter itu malah marah, meminta saya sabar,” tukasnya.

Dalam perdebatan, Diena mendapatkan jawaban dari dokter Habibi, dokter tersebut sedang capai. “oknum dokter Habibi juga terdengar mengadu ke perawat bahwa kalau saya selaku pasien ngamuk, dokter itu akan amukin balik, “dia fikir gua takut apa,” ujar ana menirukan pernyataan sang dokter.

PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati – Foto M Amin

Kejadian itu dibenarkan Hamzah, suami dari Diena. Bahkan Hamzah mengaku sudah mencoba berbicara baik-baik dengan sang dokter, tetapi tidak dipedulikan. “Setelah terjadi konflik, baru Isteri saya diurus, seperti ganti infus dan di bawa ke kamar rawat inap,” tandas Hamzah.

Dikonfirmasi terpisah, oknum dokter umum, Habibi, menyebut, kejadian itu karena Dirinya terkondisikan capai. Dan Dia menyebut, pasien tidak sabar. “Saya sudah hubungi dokter spesialis, saya mau pasien sabar, saya sudah capai pak,” ungkap dr Habibi.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, menyayangkan sikap dokter yang berjaga di RS Anna Medika tersebut. Konflik yang terjadi antara pasien dengan oknum dokter umum RS Anna Medika Bekasi Utara, seharusnya tidak terjadi. Dokter seharusnya mematuhi kode etik, melayani dengan ikhlas, lembut dan sabar. “Saya sayangkan kejadian itu. Oknum dokter itu menyalahi kode etik, seharusnya pasien di tangani dengan ikhlas dan lembut, saya akan hubungi direkturnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...