DPR Harapkan Audit Investigasi Menyeluruh Lion Air

155

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR, Hamka Baco Kady, menginginkan pemerintah segera melakukan audit investigasi yang sifatnya menyeluruh terhadap seluruh aspek kepada maskapai penerbangan Lion Air.

“Audit investigasi harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua aspek manajemen,” kata Hamka dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, audit investigasi merupakan hal yang esensial, antara lain mengingat Lion Air dikenal sebagai maskapai berbiaya murah.

Politisi Golkar itu mengemukakan dengan audit dapat dilihat apakah biaya murah itu juga mengabaikan aspek lainnya seperti keamanan atau tidak.

Ia menuturkan berbagai hal yang perlu diaudit antara lain dari audit manajemen hingga laporan keuangan termasuk seluruh komponen biaya termasuk pemeliharaannya, apakah benar-benar dilakukan secara berkala.

Sebagaimana diwartakan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap total 626 sampel asam deoksiribonukleat atau DNA dalam operasi DVI terhadap korban Lion Air JT 610 terhitung hingga Jumat (9/11).

Koordinator antemortem Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramatjari, Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi drg. Saljyana, di Jakarta menyebut, jumlah sampel DNA tersebut adalah yang didapatkan dari total kantong jenazah yang dikirimkan sebanyak 194 buah.

“Kemudian untuk yang teridentifikasi sudah 71 individu, terdiri atas 42 laki-laki dan 19 perempuan,” lanjut Kombes Saljyana.

Sementara itu, PT Jasa Raharja (Persero) telah menyerahkan santunan kepada 38 ahli waris korban pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan laut Karawang pada 29 Oktober lalu.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/11) menyatakan penyerahan santuan dilakukan secara bertahap kepada ahli waris korban yang telah teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri.

Penyerahan santunan dilakukan tersebar di beberapa provinsi sesuai dengan domisili tempat tinggal ahli waris melalui Kantor Cabang dan Perwakilan Jasa Raharja yaitu 11 orang diserahkan melalui Kantor Cabang Jasa Raharja Bangka Belitung, tujuh orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja Banten.

Sementara, 10 orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja DKI Jakarta, empat orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja Jawa Barat, dua orang diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja Sumatera Selatan dan masing-masing sebanyak satu ahli waris diserahkan oleh Kantor Cabang Jasa Raharja, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Barat. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...