Dua Balita dan Lima korban JT 610 Berhasil Diidentifikasi

Editor: Makmun Hidayat

191

JAKARTA — Pada hari ke-10, Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tujuh penumpang, dua diantaranya adalah balita kakak beradik atas nama Radhika Wijaya (4) dan Rafheza Wijaya (1,9) anak dari Restia Amalia dan Daniel Wijaya, yang sudah lebih dahulu teridentifikasi.

Suasana penyerahan tujuh peti jenazah kepada perwakilan keluarga, Kamis (7/11/2018) – Foto: Ranny Supusepa

Kepala Bidang DVI Polri, Kombes Pol Lisda Cancer menyatakan identifikasi pada dua balita ini menggunakan metode DNA dan medis.

“Menggunakan metode DNA dan medis artinya adalah metode primernya adalah DNA dan sekundernya dengan data-data medis. Data medis ini seperti bekas luka, atau tato atau bekas operasi. Untuk lima lainnya, kita menggunakan metode sidik jari,” kata Lisda usai sidang rekonsiliasi di RS Bhayangkara Tk I R. Said Sukanto Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Penumpang lainnya yang berhasil teridentifikasi adalah Kasan (63), Eling Sutikno (59), Sahabuddin (40), AKBP Sekar Maulana (45), dan dr. Rio Nanda Pratama (46).

Lisda kembali menegaskan bahwa setiap sidang rekonsiliasi, pihak Tim DVI sangat mengutamakan azas kehati-hatian dan ketelitian dalam melakukan identifikasi.

”Kami melakukan identifikasi tidak berdasarkan manifest. Tapi kami bekerja secara profesional, ilmiah dan hati-hati sehingga bisa diterima dengan positif identifikasi,” ucapnya.

Hingga hari ini, total sudah 51 penumpang yang diidentifikasi dengan rincian, laki-laki 40 orang dan 11 orang perempuan.

Perwakilan keluarga Radhika Wijaya dan Rafheza Wijaya – Foto: Ranny Supusepa

Serah terima jenazah dilakukan pada pukul 21.00 WIB. Berbeda dengan malam sebelumnya, kali ini perwakilan keluarga terlebih dahulu dipanggil ke dalam untuk menandatangani berkas serah terima sebelum memasuki acara penyerahan.

Perwakilan keluarga dari Radhika Wijaya dan Rafheza Wijaya menyatakan bahwa mereka akan membawa peti jenazah esok hari. Sementara perwakilan keluarga dr. Rio Nanda Pratama –yang merupakan salah satu staf medis di RS Bakti Timah Pangkal Pinan– menyatakan akan membawa peti jenazah malam ini untuk langsung dimasukkan ke kargo pesawat.

Menjelang acara serah terima, salah satu ambulan yang datang dari JICT Tanjung Priok, membawa satu kantong jenazah masuk ke ruang forensik.

Baca Juga
Lihat juga...