Ekonom: UMKM Mampu Bertahan Hadapi Krisis Ekonomi Global

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

137

JAKARTA — Ekonom BNI, Ryan Kiryanto meyakini, pelaku UMKM akan mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, mereka sudah banyak belajar dari krisis yang dialami negeri ini.

“Tercatat mulai dari krisis moneter 1998, 2003, 2005, 2008, 2017, hingga 2018. UMKM menjadi lebih tangguh dan responsif ketika krisis global melanda ke Indonesia,” ujar Ryan pada diskusi bertajuk “Proyeksi Perekonomian 2019, Tantangan Bagi UKM”, di gedung Kementrian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, pertumbuhan kredit perbankan saat ini sekitar 12,6 persen yang didominasi sektor pertanian, industri, dan perdagangan atau UMKM hingga transaksi pembayaran sektor ritel juga terus meningkat signifikan.

“Ya, memang ada pelambatan kredit perbankan di sektor UMKM. Tapi, saya meyakini cuma sementara dan akan kembali meningkat pada 2019,” ujar Corporate Secretary & Chief Economist BNI ini.

Meskipun melambat, jelas dia, tapi rasio Non Performing Loan (NPL) kredit UMKM membaik menjadi 4,08 persen dibandingkan bulan Juli 2018, yakni sebesar 4,31 persen.

Kepala Biro Perencanaan Kemenkop dan UKM, Ahmad Jabadi menambahkan, memasuki tahun politik, kinerja Koperasi dan UMKM diprediksi meningkat.

“Kami optimis di 2019 mendatang, koperasi dan UMKM akan bertumbuh positif,” ujar Ahmad.

Dia menegaskan, sepanjang empat tahun terakhir kinerja Koperasi dan UMKM terus mengalami peningkatan yang signifikan. Ini dibuktikan dengan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat menjadi 4,48 persen dari sebelumnya yang 1,0 persen. Begitu juga dengan rasio kewirausahaan yang sudah berada di level 3,1 persen dari sebelumnya 1,65 persen.

Saat ini, sebut dia, telah ada dua koperasi besar di Indonesia yang masuk jajaran 300 koperasi besar skala global. Yakni, Koperasi Warga Semen Gresik dan Koperasi Kisel.

Menurutnya, masih banyak koperasi besar di Indonesia yang bisa didorong masuk ke kelas global. Seperti Koperasi Sidogiri, Kospin Jasa, dan sebagainya.

Kemenkop dan UMKM menyakini pertumbuhan gerakan koperasi dan UMKM pada 2019 akan terus meningkat

“Kami optimis kontribusi UMKM terhadap PDB pada 2019 akan menembus level 5 persen,” tegasnya.

Hal ini menurutnya, seiring dengan yang dialami para pelaku UMKM, yaitu kemajuan teknologi yang akan mampu meningkatkan enterpreneur di Indonesia. Sehingga pertumbuhan ekonomi nasional pun bisa meningkat.

Baca Juga
Lihat juga...