hut

Festival Film Pacu Anak Belajar Membuat Film

Editor: Makmun Hidayat

Dr. Maman Wijaya, juri lomba film pendek Festival Budaya Anak Bangsa ke-X dan Kepala Pusbangfilm Kemendikbud - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Film tak hanya hiburan semata, tapi juga bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mencintai budaya bangsa sendiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Untuk itu, Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menyambut baik kegiatan masyarakat dalam perfilman, sebagaimana yang dilakukan Mekar Pribadi dengan kegiatan workshop pelatihan membuat film yang kemudian hasil prakteknya dilombakan untuk memacu siswa membuat karya film yang lebih kompetitif dan lebih baik lagi.

“Hal bagus mereka sudah punya ketertarikan terhadap film dan kemudian sudah mencoba untuk membuat film dengan memvisualkan apa yang ada dalam pemikirannya melalui rangkaian gambar,“ kata Dr. Maman Wijaya, juri lomba film pendek dan juga Kepala Pusbangfilm Kemendikbud kepada Cendana News di Festival Budaya Anak Bangsa ke-X dalam rangkaian acara merayakan Hari Anak Sedunia di Galeri Cipta III, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2018).

Maman membeberkan dalam taraf belajar termasuk bisa dikatakan pada tahap awal bagus. Kemudian, untuk lebih mahir perlu penanganan lebih lanjut. “Dengan acara ini, kita dapat melihat bibit-bibit para siswa untuk bisa dikembangkan,“ sebutnya.

Maman menyambut baik acara seperti ini yang perlu dikembangkan terus untuk memotivasi siswa belajar mengenai film.

“Dari sisi penggarapan cerita dan pengambilan gambar yang masih perlu bimbingan, dan itu bisa menjadi bekal pengalaman mereka karena yang penting mereka mengenal dan kemudian tertarik untuk mempelajari film lebih lanjut,“ paparnya.

Menurut Maman, waktu yang disediakan sekitar tujuh hari belumlah cukup bagi mereka yang masih taraf belajar dalam menggarap film.

“Dari hasil filmnya, kita dapat melihat mereka tampak otodidak belajar sendiri, tapi ada juga yang tampak sudah pengalaman menggarap film,“ ujarnya.

Dalam menggarap film, kata Maman, mereka tentu tidak membuat sendiri. “Rasa menghargai pendapat orang lain, kerjasama dengan teman-temannya, lalu saling mengoreksi, nilai-nilai positif itulah yang tumbuh dalam belajar membuat film,“ simpulnya.

Maman berharap anak-anak tetap semangat mau belajar membuat film. “Semoga mereka mau mengembangkan diri dan mencari peluang, karena sekarang banyak sekali festival film yang bisa memacu mereka belajar membuat film yang lebih baik lagi,“ harapnya.

Kegiatan ini, kata Maman, menjadi awal pembuka yang sangat baik. “Kami dari Kemendikbud punya tagar #jangantakutmembuatfilm, dan sangat mensuport kegiatan dari Mekar Pribadi atas inisiatif Bu Oetari membantu para siswa, yang tentu bukan hanya menjadi amal baik, tapi juga berkah buat anak-anak didik,” tegasnya.

Maman juga berharap dunia perfilman ke depan akan lebih maju dan berkembang. “Semoga juga lahir para filmmaker dari siswa-siswa lahir dari kegiatan seperti ini, yang tentu punya misi dari segi pendidikan dan kebudayaan yang lebih baik,“ pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com