hut

Film ‘Hanum dan Rangga’, Kisah Kegigihan Meraih Impian

Editor: Koko Triarko

Adegan Film Hanum dan Rangga Dok: MD Pictures
JAKARTA – Apakah kota itu, kalau bukan penduduknya? Demikian pertanyaan sekaligus jawaban bijak dari sastrawan kenamaan William Shakespeare.
Ada pun, New York, sebuah kota besar dan kota terpadat di Amerika Serikat, penduduknya tampak bersaing ketat mewujudkan impian dan ambisinya. Tak kecuali, Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Rio Dewanto), dari Indonesia, yang sebenarnya hanya mampir sebentar, tapi kemudian turut hanyut dalam gelombang persaingan dalam mewujudkan impian dan ambisinya.
Sebagai sebuah kota global terdepan, New York memang memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan dunia. Di New York terdapat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang merupakan pusat hubungan internasional yang penting.
Kisahnya diawali dari adegan Hanum dan Rangga yang tiba di Bandara JFK, dan kemudian di New York inilah keduanya bertemu dengan Azima (Titi Kamal) dan Sarah Husein (Ciara Nadine Brosnan), anaknya semata wayang. Mereka tampak hangat dan akrab.
Di New York, Hanum kagum dan tertarik dengan Andy Cooper (Arifin Putra) dari Global New York TV (GNTV), jurnalis yang karirnya begitu gemilang, sehingga mampu meraih karir tinggi sebagai Direktur program acara GNTV.
Kekaguman Hanum terhadap Andy Cooper semata-mata, karena sama-sama jurnalis, meski demikian menimbulkan sedikit kecemburuan pada Rangga, suaminya.
Tak lama, Hanum dan Rangga berpamitan pada Azima dan Sarah Husein, karena keduanya di New York hanya sekadar mampir saja, dan selanjutnya harus ke Wina. Rangga memang menuntaskan kuliah S3-nya dan Hanum sebagai istri harus setia menemani sang suami menuntaskan kuliahnya.
Azima tentu sedih, terlebih lagi Sarah, yang memang benar-benar tak mau pisah, bahkan Sarah sampai menangis.
Ketika Hanum dan Rangga sudah mau pergi, tiba-tiba didatangi Sam (Alex Abbad) yang mengaku dari GNTV, dan menawarkan kesempatan pada Hanum untuk menjadi reporter GNTV.
Hanum nyaris tak percaya mendengar kesempatan emas yang ditawarkan itu, tapi sayangnya ia harus pergi ke Wina untuk menemani Rangga.
Sam tampaknya tak cepat putus asa dan demi untuk menyakinkan, bahwa tawarannya benar-benar kesempatan emas, bahkan Sam menghubungkan Hanum dengan Andy Cooper, dengan melakukan video call.
Hanum senang, karena bisa bertatap muka, meski hanya videa call. Tapi, Hanum tetap bisa menerima tawaran sebagai reporter GNTV.
Dengan penuh keterpaksaan, Hanum masuk lebih dulu ke dalam taksi yang akan membawanya pergi. Rangga yang akhirnya tak sampai hati melihat keterpaksaan pada diri Hanum, istrinya, dan kemudian memperbolehkan Hanum untuk menerima tawaran sebagai reporter GNTV, yang artinya mereka berdua memang masih tetap tinggal lebih lama lagi di New York.
New York rupanya masih ingin menahan mereka dengan tawaran kesempatan sebagai reporter GNTV, yang mustahil ditolak Hanum untuk mencoba kesempatan menjadi produser program acara di televisi GNTV, tentang dunia Islam dan Amerika, sebuah cita-cita yang selama ini diimpikan Hanum.
Saat kerja di GNTV, Hanum menemukan kenyataan yang di luar ekspektasinya, karena stasiun GNTV sangat mendewakan rating tinggi dan Hanum dituntut untuk membuat program yang membuat ratingnya tinggi, yakni program yang membuat orang sedih dan mengeluarkan air mata.
Hanum tak setuju, tapi tuntutan program yang membuatnya terjebak dan ia dihujat banyak orang, karena mengeksploitasi kesedihan orang lain.
Bekerjanya Hanum di GNTV, Rangga merasa semakin jauh dari Hanum. Tuntutan pekerjaan membuat Hanum memang sering pulang larut malam. Kebersamaannya dengan Rangga juga semakin berkurang.
Rangga berusaha mengisi kekosongan waktunya dengan bekerja tanpa dibayar di perpustakaan Philipus Brown, tempat kerja Azima. Azima mengagumi sosok Rangga, tapi kedekatan Rangga dengan Azima membuat Hanum cemburu.
Film ini cukup mempresentasi bagaimana sebuah stasiun televisi membuat program yang kebanyakan memang sangat mendewakan rating tinggi. Apa pun dilakukan demi meraih rating tinggi.
Benni Setiawan mampu mengemasnya dengan cukup baik, meski sekilas, tapi jelas menunjukkan pendewaan rating tinggi terjadi.
Benni menyutradarai sekaligus juga menggarap skenario bersama Hanum dan Rangga, yang punya cerita adaptasi film dari novel Faith and the City, tampak cukup kompak dalam mengelola alur cerita filmnya yang cukup lancar.
Meski beberapa karakter kurang mendetail, karena keterbatasan durasi film ini. Mestinya mengeplorasikan karakter Andy Cooper yang sukses berkarir di GNTV.
Akting Acha Septriasa sebagai Hanum untuk kesekian kalinya tampak semakin matang. Acha semakin melebur pada diri Hanum, sosok orang Indonesia, yang berani menaklukkan Kota New York, tempat banyak orang melabuhkan impian dan ambisinya.
Ada pun akting Rio Dewanto sebagai Rangga tampak masih canggung, seperti masih berjarak dengan karakter yang dilakoninya. Rio menggantikan Abimana yang tampak lebih pas memerankan karakter Rangga.
Apresiasi buat Arifin Putra yang aktingnya menawan sebagai Andy Cooper, sosok ambisius dalam mewujudkan impiannya di New York. Karena ambisinya yang terlalu tinggi, membuat Andy menghalalkan segala cara, karena yang penting rating tinggi.
Kemudian, apresiasi pada akting Alex Abbad yang sangat menyakinkan sebagai Sam, sosok karyawan sebuah stasiun TV yang sangat taat, bahkan apapun dilakukan demi peri8ntah atasan. Alex memang termasuk aktor watak yang mampu melakoni karakter aneh dengan sangat baik.
Ada pun pemeran pendukung, seperti Titi Kamal yang beerperan sebagai Azima, cukup baik, bahkan memperkuat film ini. Begitu juga akting aktris cilik Ciara Nadine Brosnan berperan sebagai Sarah Husein, tampak imut nan menggemaskan.
Film ini sarat pesan tentang kegigihan dalam memperjuangkan citra Islam di mata dunia pascatragedi 9 November. Bahwasannya dunia dengan Islam akan menjadi lebih baik.
Film ini juga menggambarkan kegigihan para penduduk New York, lewat karakter Andy Cooper dan Sama, serta pendatang musim seperti Hanum, yang sama-sama penuh impian dan ambisi yang tak berkesudahan.
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com